Profil Ketua Yayasan UBudiyah Dedi Zefrizal, ST

Pencapaian akhir selalu menjadi titik fokus Dedi Zefrizal ST dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Yayasan U’Budiyah. Ini sudah dilakukannya sejak tahun 2002 lalu ketika pertama kali Yayasan U’Budiyah pertama kali didirikan di Banda Aceh. Apa yang diimpikannya pada waktu itu adalah memberi kontribusi dengan ikut ambil bagian memperbaiki dunia pendidikan di Aceh, dimana posisi dunia pendidikan di Aceh pada waktu itu belum sebaik daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Faktor inilah yang kemudian menginspirasikan dirinya mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) U’Budiyah pada tahun 2004. Ia tergolong figur pekerja keras dan selalu realistis dengan target yang ingin dicapai dalam satu pekerjaan. Karena itu pada antara tahun 2002-2004 merupakan masa-masa krusial bagi masa depannya, ketika harus memilih banting setir meninggalkan dunia kontraktor untuk kemudian beralih menjadi pengelola lembaga pendidikan tinggi.

Pilihan ini Ini dilakukannya setelah mempertimbangkan bahwa dunia kontraktor tidak sesuai dengan visi dan misi hidupnya. Karena itu ia kemudian memutuskan keluar dari dunia itu dan memilih jalan yang kini mengantarkannya menjadi salah seorang entrepreneur sukses di Aceh.

Eksistensi STIKES U’Budiyah dan kemudian diikuti oleh STMIK U’Budiyah pada 2007 dan pendirian U’Budiyah Hospital University merupakan tiga pencapaian penting yang ditorehkan alumnus SMAN 1 Banda Aceh ini selama satu dekade terakhir. Figur pria lulusan  Teknik Mesin Unsyiah tahun 2002 ini pun mengakui kesuksesannya tak lepas dari peran kedua orang tuanya Drs Tarmizi Ayyus MM dan Dra Budiah MM yang menjadi pemberi semangat dan inspirasi, serta dukungan moril dan kerja keras serta kesamaan visi dari sang istri Marniati MKes.

Pencapaian di atas menjadi  serangkaian catatan sukses yang cukup mengesankan bagi pria kelahiran Banda Aceh, 25 Mei 1977 ini. Faktor lainnya yang menentukan kesuksesan Dedi berada di puncak kejayaannya sebagai entrepreneur di bidang pendidikan adalah karakternya yang gemar melakukan terobosan, ia selalu mencarikan solusi atas kesulitan yang dihadapinya, dan mau belajar dari orang yang lebih pintar dan maju. Visi kepemimpinannya juga sangat jelas dengan selalu berpegang pada moto “kami memimpin”. Baginya moto ini ibarat bahan bakar yang setiap waktu siap melejitkan kesiapannya untuk mengarungi berbagai masalah dan tangan yang kemudian dia mengubahnya menjadi peluang dan kemajuan