Adang Suhendra : Perlu Kerjasama Tim Sukseskan Akreditasi

logouui

Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Gunadarma Adang Suhendra dalam paparannya mengenai proses akreditas menyatakan bahwa kesuksesan satu institusi perguruan tinggi dalam mencapai akreditasi dengan hasil maksimal adalah kerja sama tim. Adang membuktikan bahwa akreditasi A yang diraih Universitas Gunadarma baru-baru ini adalah hasil kerja sama tim yang solid. Hal itu dikemukakannya ketika menjadi pemateri pada Workshop Akreditasi dan ISO 9001: 2008 yang digelar Badan Penjaminan Mutu UBudiyah di Plennary Hall UBudiyah, Jum’at (7/3) siang yang dipandu Ketua STMIK UBudiyah Agus Ariyanto SE MSi. Kerja sama tim, kata Adang harus dibagi dalam dua bidang. Pertama adalah tim yang menangani pengisian borang, dan kedua tim yang menangani dokumen. Kedua tim ini menurutnya harus berjalan seiring adan saling mendukung. Khususnya tim yang menangani dokumen akan sangat mendukung kerja-kerja yang dilakukan oleh tim penanganan borang. Ditambahkannya, akreditasi suatu institusi itu hal yang vital bagi satu perguruan tinggi, karena jika tidak terakreditasi, suatu institusi tidak boleh menerbitkan ijazah dan memberikan gelar pada lulusannya. Pasalnya, hal yang demikian adalah illegal. “Dikti bisa mencopot gelar seseorang yang ijazahnya didapatkan dari perguruan tinggi yang tidak terakreditasi,”kata Adang yang juga assessor akreditasi. Lebih lanjut Adang juga mengurai perihal tujuh standar yang harus dipenuhi oleh satu institusi terkait dengan pelaksanaan akreditasi. Ketujuh standar itu antara lain meliputi tenang visi dan misi, sarana dan prasarana, pembelajaran, mahasiswa dan lulusan, serta penelitian dan pengabdian masyarakat. Adang mencontohkan, apa yang terjadi pada dirinya ketika masih belajar di tingkat sarjana waktu itu. Saat dirinya baru menyelesaikan pendidikan S-1, oleh pembimbingnya ia langsung ditawari bergabung ke Gunadarma dan pada saat bersamaan diminta melanjutkan ke pascasarjana. Hingga menyelesaikan program doktoralnya. “Saat itu saya tidak tahu untuk apa ini semua. Ternyata, ini ada hubungannya dengan akreditasi. Berapa jumlah dosen yang S2 dan S3, itu menjadi penentu dalam akreditasi. Juga berapa orang dosen yang berpangkat lector, juga akan mengangkat nilai akreditasi,”ulasnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua STIKES Marniati MKes memberikan apresiasi atas pemaparan tentang seluk beluk akreditasi yang disampaikan Adang. Dari itu ia mengajak seluruh dosen STIKES dan STMIK UBudiyah untuk mengambil pelajaran dan bersiap-siap untuk masuk ke proses akreditasi institusi UBudiyah pada 2015 mendatang. Dalam waktu dekat, kata Marniati, Program Studi D-III Kebidanan akan diakreditasi ulang karena masa akreditasi segera berakhir. By Ferdi Nazirun Sijabat