Dosen UBudiyah Usulkan Pendekatan Keislaman Dalam Sosialisasi Anti-Narkoba

Dosen Universitas UBudiyah Indonesia Jummaidi Saputra SH MH mengusulkan perlunya pendekatan keislaman dalam sosialisasi anti-narkoba di Aceh. Sebagai daerah yang berpenduduk mayoritas Islam, maka pendekatan keIslaman dengan member sentuhan rohani kepada seluruh elemen masyarakat tentang aspek mudarat dari penggunaan narkoba akan memberi dampak positif dalam membendung agresivitas peredaran dan pemakaian narkoba di Aceh.

Pendekatan keislaman ini menurutnya sebagai jawaban terhadap kondisi dimana ketika peredaran narkoba ini dihadapi dengan pendekatan represif dan penegakan hokum, justru tidak memberi efek jera kepada pengedar maupun pemakainnya.

“Coba disentuh dari sisi agama, pendekatan ini akan lebih menggugah kesadaran semua orang. Ketimbang hanya mangandalkan pendekatan hukum. Buktinya, meskipun banyak yang sudah ditindak, tetapi peredarannya dan pemakaiannya juga tidak berkurang,”kata Jummaidi kepada UBNEWS, Selasa (18/3) sesuai mengikuti diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) tentang bentuk sosialisasi anti narkoba di dunia pendidikan yang digelar Badan Narkotika Provinsi (BNP) Aceh di Wisma Meurah Mulia, Lamgugop, Banda Aceh. Karena itu, kata Jummaidi kalangan ulama dan pimpinan pesantren harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan sosialisasi anti narkoba ke depan.

Ditambahkannya, pandangan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala BNP Aceh dan akan mempertimbangkan sebagai masukan dalam setiap kegiatan sosialisasi anti-narkoba ke depan.

Kegiatan diskusi itu diikuti sejumlah perguruan tinggi dan sekolah menengah di Banda Aceh, diantaranya UIN Ar-Raniry, STKIP Get Sempena, Akper Kesdam, Akper Muhammadiyah, dan SMK Penerbangan. Kegiatan diskusi itu dimpimpin langsung oleh Kepala BNP Aceh H Saidan Nafy SH MH.

Lebih jauh, Jummaidi yang juga Kepala Badan Penjaminan Mutu UUI juga mengingatkan agar citra Aceh sebagai lumbung penghasil Ganja harus dihilangkan. Karena ini citra buruk dan memang perlu kerja sama semua pihak