Mepan RB Azwar Abubakar : Ke Depan Pejabat Juga Ikut Tes

Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menyatakan kementerian yang dipimpinnya ke depan tengah menyiapkan satu sistem dimana pejabat eselon di lingkungan birokrasi harus mengikuti serangkaian tes. Dia mencontohkan, posisi sekretaris daerah nantinya akan dibuka pendaftaran bagi yang memenuhi syarat mengikuti tes. Hasil tes itu, aka nada tiga calon yang akan diajukan kepada Bupati/Walikota untuk dipilih. Hal ini kata Azwar sudah diberlakukan di kementeriannya.

Azwar menyampaikan itu di hadapan sivitas akademikUniversitas UBudiyah Indonesa (UUI) saat memberikan kuliah umum dengan tema “Reformasi Birokrasi di Indonesia” yang berlangsung di Plennary Hall UBudiyah, Senin (24/3) yang dimoderatori oleh Jurnalis MBA Ketua Prodi Sistem Informasi STMIK UBudiyah. Azwar hadir didampingi Ketua Kopertis Wilayah XIII Aceh Prof DR Jamaluddin Idris Kuliah umum tersebut dihadiri Ketua Yayasan UBudiyah Dedi Zefrizal, Ketua STIKES UBudiyah Marniati MKes, Ketua STMIK UBudiyah Agus Ariyanto SE MSi, dosen, staf dan mahasiswa  STIKES dan STMIK UBudiyah

Dengan pemberlakukan sistem tersebut, dia berharap dengan sistem promosi jabatan melalui tes seperti ini, ke depan eselon II yang ada di daerah bisa ikut berkompetisi untuk menduduki jabatan sekretaris jenderal maupun direktur jenderal di kementerian. Sistem ini akan dimulai dijajaran Kementerian Dalam Negeri dan secara bertahap akan diteruskan ke jajaran pemerintah daerah.

Diakui Azwar, penerapan sistem baru ini banyak tantangannya. Tetapi, penerapan sistem ini bertujuan untuk menjalankan reformasi birokrasi. Karena sejak awal bertugas, dirinya diperintahkan oleh Presiden SBY untuk memindahkan PNS dari kondisi berleha-leha (confort zone) ke lingkungan yang lebih kompetitif (competitive zone).

Lebih lanjut, Azwar memaparkan bahwa ke depan rekrutmen CPNS akan dikurangi secara bertahap. Jika setiap tahunnya aka nada 120.000 pns yang pension, maka jumlah yang direkrut hanya 100.000 saja. Dan perekrutan CPNS ke depan lebih difokuskan untuk mengisi bidang-bidang keahlian yang masih kurang dan memang dibutuhkan.

Hal ini untuk menjawab persoalan klasik di tubuh birokrasi pemerintah saat ini, dimana jumlah pegawainya banyak, tetapi kualitas pelayanan dan kemampuan menyelesaikan tugasnya sangat rendah. Secara umum kata Azwar masalah mendasar di jajaran birokrasi di Indonesia adalah adanya lingkaran setan yang masih sukar untuk diurai. Lingkaran setan ini antara lain, pertama   budaya kerja yang belum terbentuk, organisasi yang gemuk,  tumpang tindih peraturan, SDM kurang kompeten, tumpang tindih kewenangan, pelayanan public masih buruk, dan pola pikir ruled base.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, pihaknya kata Azwar memerlukan pemetaan masalah dan menetapkan prioritas, yang dimulai dari pembenahan sistem rekrutmen. Ini diperlukan untuk menyaring orang-orang yang berkompeten dan bersih untuk masuk ke jalur birokrasi.  Dengan adanya sistem rekrutmen yang lebih ketat seperti sekarang ini siapapun tidak bisa lagi menentukan kelulusan seseorang.

“Tahun lalu anak saya tidak lewat CPNS. Bahkan anak Sekjen saya, yang Ketua Panitia rekrutmen CPNS nasional tidak lulus. Tahun ini ada banyak anak bupati, saudara gubernur di seluruh Indonesia tidak lulus PNS,”kata Azwar. Dia juga menegas siap menerima laporan jika masih ada penyelewengan dalam rekrutmen CPNS sejak berlakunya sistem baru ini.

Pada kesempatan itu, Azwar juga mengingatkan mahasiswa UBudiyah untuk mengasah penguasaan ilmu, meningkatkan skill dan kompetensi, serta sikap (attitude) yang baik. Dan bagi mahasiswa kebidanan ada banyak peluang kerja luar negeri yang bisa digarap, tetapi itu hanya bisa diraih dengan penguasaan bahasa Inggris.