Staf Ubudiyah Ramaikan Soft Opening Channel Coffee

Booming warung kopi di Banda Aceh seperti tak ada akhirnya, mengingat para penikmat kopi dan sosialita yang ingin menjadi café atau warung kopi sebagai tempat berkumpul ikut menjadi pemicu kenapa bisnis warung kopi serasa tak ada matinya. Adanya ceruk pasar pelanggan warung kopi yang masih terbuka di Lamnyong, Channel Coffee hadir sebagai café dengan mengedepankan konsep relax and entertain.

Ketua Yayasan UBudiyah Dedi Zefrizal ST Senin (3/3) mengatakan Channel Coffee ini merupakan unit bisnisnya UBudiyah. Ini merupakan pengembangan lini bisnis yang tujuannya bukan bisnis semata, tetapi juga untuk branding UBudiyah, dan ke depan di lantai dua café tersebut juga bakal dijadikan sebagai studio UBudiyah Coffee. “Hari ini kita baru soft launching. Inshaa Allah 6 Maret nanti baru grand launching, kita akan buka secara umum. Dosen dan mahasiswa UBudiyah kita undang untuk hadir, juga seluruh masyarakat di sekitar Channel Coffee. Silakan meramaikan,”kata Dedi didamping Ketua STIKES UBudiyah Marniati MKes.

Sore kemarin, tampak sejumlah dosen dan staf UBudiyah tampak menikmati serangkaian menu yang ada di Channel Coffee. Selain meneguk aneka jus, mereka juga disajikan kopi chas channel dan sanger dingin. “Racikan kopinya mantap dank has,”kata Agus Ariyanto, Ketua STMIK UBudiyah yang diamini sejumlah rekan-rekannya.

Dijelaskan Dedi, kehadirannya Channel Coffe ini menjadi semacam motivasi bagi pengembangan berbagai unit bisnis lainnya di UBudiyah ke depan. Dan unit-unit bisnis itu nantinya bakal dikembangkan secara mandiri oleh dosen dengan melibatkan mahasiswa. “Intinya unit bisnis ini nantinya menjadi lahan aplikasi ilmu dan pengetahuan bagi dosen dan juga melibatkan mahasiswa, di samping tentunya akan memberikan tambahan pendapatan juga,”kata Dedi yang secara menginginkan UBudiyah ke depan menjadi organisasi yang mandiri secara finansial dan juga akademik