Menikmati Pucuk Labu Di Tapak Moge Timur

Ini kisah dari Tapak Moge Timur, satu kampung yang berada di bagian Selatan Kecamatan Kute Panang. Pada awalnya tim supervisi yang terdiri dari Ferdi N Sijabat, Rifyal Dahlawi, Doni Sumarto, Rita Nengsih dan Veri Yanti agak khawatir ketika harus melintasi kawasan ini. Pasalnya, akses jalan ke kawasan ini di mulai dari persimpangan dari kampung Kute Panang langsung dimulai dengan turunan yang agak curam. Di sisi kiri ada tebing-tebing gunung yang rawan longsor, sedangkan di sisi kiri ada jurang yang menganga lebar.

Jumat pagi itu 25 April 2014 cuaca masih terang benderang ketika mobil Avanza putih UUI menderu di atas jalanan yang aspalnya tampak sudah terkelupas digerus air yang acap menggenangi badan jalan. Hanya pemandanan hijau dan suasa yang sejuk menjadi pengobat kerisauan di tengah perjalanan menuju Tapak Moge Timur. Kami juga sempat dihinggapi keraguan, benarkah arah yang kami tempuh ini akan mengantarkan kami ke Tapak Moge Timur. Untuk meyakinkan,kami sempat bertanya pada warga yang melintas di kawasan itu. Setelah mendapat konfirmasi dari warga, perjalanan kami kian mantap mengunjungi destinasi KKN yang hendak dituju.

Setelah melewati turunan, kelokan dan tanjakan akhirnya kami sampai ke desa yang dituju. Menurut penuturan seorang warga, lokasi mahasiswa KKN UUI ada di dekat sekolah dasar setempat. Berbekal info tersebut kami langsung menuju lokasi SD, sayangnya sesampai di sana, suasana sekolah tampak sepi-sepi saja tak ada aktivitas apapun. 

Untuk memastikan, kami pun menghubungi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok ini Jummaidi Saputra SH MH untuk memberitahu mahasiswanya mengenai kedatangan kami. Beruntung Ketua kelompok Mulyadi muncul dari ujung jalan. Ia memberi kode agar kami keluar dari komplek dan parkir di lokasi rumah tumpangan mereka.

Pucuk Labu

Kelelahan mencapai lokasi KKN ini memang agak terobati. Selepas ibadah shalat Jumat di masjid setempat, tim supervisi agak surprise dengan suguhan kopi dan makan siang. Menunya biasa saja, tapi keberadaan kuliner kolaborasi antara kuah lemak pucuk labu plus labu Jipang hasil racikan mahasiswi UUI ini memang terasa spesial. pasalnya ada anggota tim yang menyangka ini Bukan cuma itu mereka juga menyuguhkan Jus Alpokat sebagai hidangan penutup.

Kelompok ini memang agak kurang beruntung  karena akses jalan yang rusak, tetapi dari segi penginapan mereka harus mensyukurinya. Begitupun penerimaan masyarakat yang cukup baik. Mereka juga sudah melakukan serangkaian kegiatan dilokasi KKN, seperti membantu mengajar di SD, menghidupkan kegiatan keagamaa di Masjid, pembuatan palang dusun dan kegiatan-kegiatan lainnya. Hanya saja tim merekomendasikan agar mereka fokus bekerja menyusun rencana kerja selama tiga minggu ke depan. Kepulangan tim dari kawasan ini diiringi dengan deraian hujan yang membasahai bumi Tapak Moge Timur.