Yudisium Terakhir STIKES dan STMIK Ubudiyah 2014 Luluskan 122 Sarjana dan Ahli Madya

Sebanyak 122 sarjana dan ahli madya lulusan STIKES dan STMIK UBudiyah mengikuti prosesi yudisium pada Rapat Senat Terbuka STIKES dan SMIK UBudiyah Sabtu (29/3) di Plennary Hall UBudiyah. Pelaksanaan Yudisium dipimpin Ketua STIKES Marniati MKes dan Ketua STMIK Agus Ariyanto SE MSi, sejumlah Ketua Program Studi, diantaranya Ketua Prodi D-III Kebidanan Nuzulul Rahmi SST, Ketua Prodi D-IV Kebidanan Raudatun Nuzul SST, Ketua Prodi Teknik Informatika Jurnalis JH ST MBA, Ketua Prodi Sistem Informasi Fathiah ST, MSc dan Ketua Prodi Manajemen Informatika Faisal Tiftazani MSc.

Agus dalam sambutannya mengatakan ini merupakan yudisium terakhir bagi STMIK dan STIKES UBudiyah. Karena ke depan, Ubudiyah akan membuka lembaran baru sebagai Universitas UBudiyah Indonesia. Pada kesempatan itu, dia juga berharap hubungan yang baik antara alumni dan almamater agar terus dijaga.

Ketua STIKES Marniati MKes juga membenarkan bahwa Yudisium gelombang kedua tahun 2014 ini merupakan yang terakhir bagi kedua sekolah tinggi di bawah naungan Yayasan UBudiyah Indonesia. Sehingga Yudisium kali menurut Marniati adalah peristiwa bersejarah, karena ke depan mahasiswamahasiswa akan Yudisium dibawah Universitas UBudiyah Indonesia (UUI).

Ditambahkannya, ke depan UUI akan terus membenahi berbagai fasilitas dan sarana penunjang kegiatan akademik untuk menjadi perguruan tinggi swasta yang terbaik di Sumatera. Ia optimis hal itu dapat diwujudkan pada masanya nanti.

Kepada para lulusan, Marniati meminta agar terus mengasah skil, kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki selama menempuh studi di UBudiyah. Ia menamsilkan, seorang tukan kayu yang lihai menebang puluhan kayu dalam sehari, jika tidak pernah mengasah kapaknya, bisa saja hanya mampu menebang dua atau tiga pohon saja dalam sehari. Inilah kata dia yang terjadi dalam dunia kerja saat ini, jika para lulusan UBudiyah tidak senantiasa mengupgrade keahliannya makan akan kehilangan kesempatan untuk meraih peluang kerja.

Pada Yudisium ini juga dipentaskan tarian Selendang dari Tanah Karo dan tarian Laweut dari Aceh sanggar UBudiyah Heritage dan Paduan Suara STIKES UBudiyah.