Mahasiswa UUI Jadi Kepala Dusun di Pantan Jerik

ni kisah nyata dari Pantan Jerik, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Di desa ini ada 16 mahasiswa UUI yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Ke datangan kami ke lokasi ini dipandu dua mahasiswa Farid dan Ziaurrahman. Mereka penunjuk jalan kami dari Ratawali hingga ke lokasi pemondokan, di rumah Tuha Peut desa setempat.

Siang itu Jumat (25/4) selepas dari Tapak Moge Timur, kami transit sebentar di Ratawali menunggu tim penunjuk jalan ke Pantan Jerik, yang berjarak sekitar 5 km. Setelah melewati kampong Tawardi, barulah kami tiba di lokasi tujuan, Tuha Peut setempat yang tengah mengurusi biji-bijian kopi dihalaman rumahnya langsung mengundang kami masuk ke rumah.

Deni Joefakri Kelompok keluar rumah menyambut kami. Dia tampak masih mengenakan peci dengan pakaian shalat, mungkin baru selesai jumatan. Tak jauh dari Deni, ada seorang pemuda seusia Deni. Dia mengenakan kain sarung merah kotak-kotak, dan baju kemaja merah muda yang mengingatkan saya pada baju “Blumas” era saya pertama masuk pesantren dulu. Di kepala ada peci hitam, plus gambar rencong kecil menempel di sisi kanan bagian depan pecinya.

Ia juga datang menghampiri dan menebar senyum kepada kami dari tim supervise KKN UUI yang terdiri dari Ferdi Nazirun Sijabat, Rifyah Dahlawy, Doni Sumarto, Rita Nengsih dan Veri Yanti. Wajahnya memang tak familiar buat kami, dan tak ada dari kami yang mengenal dia. Sejurus kemudian, kami minta Deni untuk mengumpulkan anggotanya untuk mengadakan pertemuan dengan tim supervisi dan sejumlan dosen pembimbing lapangan.

Sesaat kemudian semua berkumpul di ruangan keluarga rumah Tuha Peuet yang lumayan lebar. Selain mahasiswa, turut hadi Reje (Kepala Desa) setempat, dan Tuha Peut. Namun yang jadi perhatian kami adalah pemuda berpeci hitam tadi. Ketika saya Tanya siapa namanya dia menjawab Sir Mubarak. Ini nama macamnya pernah saya sebut-sebut saat coaching hari itu.

Tetapi tawa pecah tak tertahankan ketika Bu Yanti mencoba meyakinkan, “Ini mahasiswa juga ya, saya kira kepala dusun,”tukas Bu Yanti yang disambut tawa semua yang hadir, termasuk Kepala Desa dan Tuha Peuet. “Kalau begitu masa KKN-nya ditambah satu bulan lagi, karena dah jadi kepala dusun,”saya mencandai.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Pantan Jerik menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa KKN UUI di daerahnya. Dia mengakui sudah banyak memberikan arahan kepada mahasiswa tentang apa saja yang bisa dikerjakan di daerah yang pernah dihantam gempa ini. Bahkan sehari sebelumnya, ia bersama mahasiswa berhasil memperbaiki saluran air yang mengaliri air ke desa itu.

Sejumlah program yang dijalankan mahasiswa di daerah ini antara lain penyuluhan gizi, pendataan dan penyuluhan ibu hamil, pelatihan tarian, dan mengadakan pengajian.