Seminar dan Bedah Buku Prof Soekidjo Notoadmodjo MComH

Kesehatan adalah hal yang azasi bagi kelangsungan hidup manusia. Kesehatan memberi kesempatan bagi manusia untuk fokus dalam bekerja, berkarya dan meraih impian yang dinginkannya. Tidak jarang buruknya derajat kesehatan menghalangi seseorang dari cita-cita dan harapan utuk kehidupan yang lebih baik. Inilah mengapa kesehatan menjadi salah satu indicator sukses tidaknya pembangunan di suatu negara, maupun daerah sebagai bagain dari suatu negara.

Prof Soekidjo Notoatmodjo MComH dalam pengantar bukunya Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan mengungkapkan upaya promosi kesehatan harus diarahkan kepada  empat faktor penting, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan (herediter). Pasalnya, keempat factor tersebut berpengaruh terhadap derajat kesehatan setiap individu.

Professor  yang meraih gelar doktoralnya dari Universitas Indonesia dan Master in  Community Health dari Liverpool School of  Tropical Medicine, Inggris ini pada 19 April 2014 lalu tampil dalam kegiatan Seminar dan Bedah buku karangannya di Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). Dia kemudian menjelaskan tentang konsep sehat. Ia menggambarkan konsep sehat ini berada dalam satu kontinum antara titik di mana kita berada dalam kondisi sehat wal afiat hingga ke satu titik di mana kita berada dalam posisi sekarat atau akan meninggal dunia.

Sedangkan secara yuridis, UU No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan memberikan pemahaman bahwa kesehatan adalah kesehatan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun social yang memungkinkan stiap orang untuk hidup produktif secara social dan ekonomi.

Di hadapan seratusan peserta seminar yang dibuka Rektor UUI Marniati SE MKes di Plennary Hall Ubudiyah, 19 April 2014 lalu, Soekidjo menekankan bahwa kesehatan itu ditentukan oleh sejumlah determinan yaitu aspek kemanan; tempat tinggal (shelter), pendidikan, makanan (food), pendapat (income), ekosistem yang stabil dan seimbang, sumber daya berkesinambungan, keadilan social, dan pemerataan.

Determinan ini merupakan hal-hal mendasar yang harus dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang dalam hidupnya dapat memenuhi kesembilan determinan ini maka secara teoritis hidupnya akan jauh lebih sehat.

Paparan penting lainnya dari Prof Soekidjo adalah soal partisipasi masyarakat. Ia menilai sebagai Negara berkembang dengan kapasitas anggaran yang terbatas, Indonesia bisa mengandalkan partisipasi masyarakat dalam rangka promosi kesehatan. Dalam konteks ini masyarakat diminta ikut berkontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan kesehatan. Kontribusi di sini tidak hanya sebatas uang (money), tetapi juga bisa berbentuk gagasan(ideas), benda-benda yang mendukung bagi kepentingan kesehatan (material), dan tenaga (manpower).

Dalam buku setebal 248 halaman itu Prof Soekidjo menyimpulkan pentingnya pendidikan dan promosi kesehatan  bagi masyarakat, yang nantinya akan mempengaruhi masyarat untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai kesehatan.