Masuk ke Level ASEAN :Ubudiyah Gaet UniMAP dan Philippine Normal University

Dalam rangka mewujudkan visi menjadi World Class Cyber University pada tahun 2025, mulai tahun 2014 ini Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) akan menindaklanjuti dua nota kesepahaman (MoU) kerjasama dengan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dan Philippine Normal University (PNU) Filipina menjadi Nota Kesepakatan (MoA). Kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, penelitian dan publikasi jurnal serta mengangkat reputasi Ubudiyah di level ASEAN dan internasional.   

Sebagai implementasinya, UUI melaksanakan dua kegiatan penting terkait dengan kerjasama internasional. Pertama seminar internasional dengan tema The Leader of Change yang menampil pembicara utama Vice Chancellor Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) Brig Jen Datuk Prof DR Kamarudin Hussin pada 7 Juni lalu di Ubudiyah Plenary Hall.

Dalam paparannya, Kamarudin antara lain mengungkapkan bagaimana perjuangannya bersama sivitas akademika UniMAP mengembangkan satu perguruan tinggi dari sebelumnya berstatus sebagai sekolah tinggi yang dimulai dari nol menjadi universitas berkelas internasional. Indikatornya antara lain adalah perolehan sejumlah penghargaan internasional, peringkat QS 3-Star Institution pada tahun 2014, dan beragam penghargaan internasional lainnya yang diterima Datuk Kamarudin sebagai Vice Chancellor UniMAP serta kejayaan UniMAP menyapu bersih 55 medali emas pada kejuaran International Technology Exhibition (ITEX) 2013 dan mengungguli universitas top lainnya yang ada di Malaysia.

Pada kesempatan itu, Datuk Kamarudin juga mengemukakan inisiatif untuk membangun perkumpulan universitas di Asia yang  fokus pada pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Asia Cyber University Forum (ACUF). Forum ini nantinya akan memposisikan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Universitas Gunadarma, Universiti Malaysia Perlis (Unimap) sebagai pendiri bersama tiga universitas lainnya masing-masing satu dari Thailand, China dan Turki. Forum nantinya dihrapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ICT bagi dunia pendidikan dan dunia usaha di daerah dan negara masing-masing.

Kerja Sama Penelitian dan Publikasi Jurnal

Sebagai wujud implementasi dari nota kesepahaman kerjasama  antara UUI dan Unimap, pada 17 Juni 2014 lalu juga digelar pelatihan penelitian ilmiah dan publikasi jurnal kepada jajaran dosen UUI di Faculty Member Lounge, kampus UUI, Tibang, Banda Aceh. Dua pemateri dari UniMAP Dr Wan Khairulnizam Deputi Dean of Centre for Graduate Studies dan Dr Sharif Deputy Dean of School of Business Innovation and Technopreneurship tampil sebagai pemateri. Beberapa poin penting yang diberikan antara lain mengenai strategi untuk menemukan gap penelitian, survey literature, disain riset serta pemilihan metodologi penelitian yang sesuai dengan topik yang akan diteliti.

Seminar Internasional tentang Pendidikan

Wakil Rektor Philippine Normal University (PNU) Prof Dr Larry A Gabao berbagi kepakaran dengan kalangan dosen dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), serta sejumlah mahasiswa PTS dan PTN lainnya yang ada di Aceh. Pada Seminar Internasional tentang Pendidikan yang berlangsung Kamis (18/6) lalu di Plenary Hall Ubudiyah. Larry ditemani dua pakar lainnya, Dr Maria Elvira Asuan dan Dr Bert J Tuga.

Dalam paparannya Larry antara lain mengungkapkan pentingnya kurikulum bagi satu institusi pendidikan. Pengembangan kurikulum, selain didasarkan pada kerangka kualifikasi yang ditetapkan pemerintah, rujukan yang juga penting dipertimbangkan adalah Visi dan Misi satu intitusi pendidikan. PNU sebagai perguruan tinggi yang mengkhususkan diri pada pendidikan dan ditetapkan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan guru, memiliki pengalaman panjang sejak didirikan pada tahun 1901 dan memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan di Filipina.

Mengenai kurikulum, PNU saat ini sedang dalam masa transisi untuk menerapkan model kurikulum berbasis outcome, yang antara lain memperkuat sisi kompetensi guru dengan titik berat pada penguasaan atas pengetahuan materi dengan paedagogi.

Perhatian besar PNU saat ini adalah bagaimana mengusung satu kerangka pendidikan yang sesuai dan selaras dengan visi Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga seluruh negara-negara ASEAN mengembangkan system pendidikannya berdasarkan satu acuan yang sama. Larry juga berbicara tentang pentingnya kualitas guru dalam rangka menciptakan dunia pendidikan yang berkualitas. Dikatakannya, permasalahan guru sangat kompleks, tetapi untuk meningkatkan kualitasnya ada beberapa persoalan yang perlu diperhatikan. Pertama, seleksi guru harus diperketan, ini bisa dimulai dari tahap seleksi masuk universitas. Calon mahasiswa yang memilih program pendidikan tidak hanya dibekali dengan ujian tes tertulis, tetapi juga harus diadakan interview. Sebab, pada saat itulah mindset, motivasi dan dorongan seseorang ketika menjadi guru dapat diperjelas dengan pasti.

Pada kesempatan terpisah Prof Dr Larry dan dua rekannya juga turut meluangkan waktu secara khusus mengadakan sharing dan tinjauan terhadap kurikulum S-1 Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). Hasil itu diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan PGSD UUI sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan.

Rektor UUI Marniati MKes dalam pertemuan resmi dengan Wakil Presiden PNU Pror Dr Larry A Gabao juga membicarakan poin-poin penting sebagai tindak lanjut MoU setahun lalu yang ditandatangani bersama pada Asia University President Forum (AUPF) di Langkawi, Malaysia. Beberapa poin yang disepakati adalah: (1) Kursus singkat (short course) bagi dosen UUI, (2) Pengiriman Mahasiswa PGSD untuk belajar 1-2 Semester pada program Bachelor of Primary Education PNU, (3) Pengembangan Pusat Pelatihan Bahasa Inggris, (4) Pelatihan Guru-Guru dan Kepala Sekolah di Aceh, (5) Pendirian Foreign Centre sebagai pusat pertukaran informasi kedua universitas.

Tindak lanjut dari MoU itu nantinya dirincikan dalam Memorandum of Agreement