Renstra UUI 2015-2025 Dibahas di Hermes

Universitas Ubudiyah Indonesia menggelar Rapat Kerja Penyusunan Rencana Strategis 20152025 yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, 7-8 Juli 2014.  Raker ini diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri jajaran Ketua Prodi, Direktorat dan staf. Raker ini bertujuan menghasilkan satu dokumen rencana strategis yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkan Visi UUI 2025 menjadi World Class Cyber University.

Rektor UUI Marniati MKes menyatakan selama 10 tahunan terakhir UUI telah melakukan satu pencapaian yang luar biasa. Satu indikatornya adalah peningkatan status dari STIKES dan STMIK Ubudiyah menjadi universitas. UUI juga mendapatkan 12 penghargaan nasional selama 2013-2014, dan yang cukup menggembirakan adalah UUi sudah berhasil menjalin 25 kerja sama internasional selama 3 tahun terakhir.

Lebih lanjut, Rektor juga berharap penyusunan Renstra ini harus berorientasi pada peningkatan mutu akademik masing-masing fakultas dan program studi. Demikian halnya dengan upaya peningkatan akreditasi program studi dan institusi. Ditargetkan 10 tahun mendatang, seluruh program studi di UUI sudah terakreditasi A. Marniati juga mengingatkan dalam menghadapi era globalisasi, UUI mau tidak mau harus lebih aktif berperan di level internasional, dengan lebih dari 20 MoU yang sudah ditandatangani, dia berharap peserta Renstra dapat merumuskan program-program kerja sama strategis dengan universitas mitra kerja sama. Salah satu mitra yang paling dekat dengan UUI adalah Unimap.

“Datuk Kamarudin sudah memberi tangga untuk UUI agar bisa naik lebih cepat. Jika sebelumnya, kita hanya bermimpi bisa publish paper di jurnal atau prosiding internasional, sekarang itu bisa kita lakukan dengan mudah,”papar Rektor.

Oleh karena itu, peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ke depan, Marniati menekankan, seluruh dosen UUI punya tanggung jawab untuk publish empat paper di jurnal internasional yang terindeks Scopus. Dua dari hasil riset yang dilakukan setiap semester dan dua lainnya adalah kajian literature. Jika rencana ini dapat diimplementasikan dengan baik, maka bukan tidak mungkin dalam tempo lima tahun UUI bisa memproduksi 1000 paper dalam lima tahun. Kebijakan ini juga didukung dengan berbagai penunjang lainnya, misalnya pengiriman artikel dan hasil riset ke simposium internasional seperti IMiEJS yang baru-baru ini digelar di Penang Malaysia. Pada Januari 2015 nanti, UUI juga akan menghelat satu join konferensi dengan Unimap dan AIT Irlandia. Konferensi bertajuk International Joint Conference Indonesia Malaysia Ireland (IJCIMI) akan digelar di Banda Aceh, dimana UUI didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan untuk pertama kalinya.

Hanya dengan metode seperti ini, riset di UUI dapat dikembangkan dengan baik dan ini akan memberi kontribusi penting terhadap akreditasi maupun posisi UUI di laman pemeringkatan seperti Webomatric, 4ICU, QS Star maupun Tesca.

Meskipun pelaksanaan Renstra digelar pada bulan Ramadhan, Rektor berharap tidak mengurangi intensitas para dosen dan staf dalam melakukan pembahasan dan diskusi mengenai isu-isu strategis 10 tahun ke depan. “Selamat mengikuti Raker, dan hasilkan yang terbaik untuk UUI 10 tahun ke depan. Kita harus mengejar prestasi yang lebih baik di masa depan,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Veri Yanti ST menyatakan kegiatan Rapat Kerja Penyusunan Renstra ini dibagi dalam empat komisi yaitu: Komisi A bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Komisi B bidang SDM dan Keuangan, Komisi C bidang Kerjasama, Media dan ICT, dan Komisi D bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.