Rektor UUI hadiri wisuda Universitas Malaysia Perlis

Pelaksanaan wisuda di Universiti Malaysia Perlis (Unmap) punya tradisi keunikan tersendiri, seperti halnya pelaksanaan wisuda di Indonesia. Prosesi ini dilangsungkan sebagai seremoni penyerahan ijazah sekaligus pelantikan lulusan diploma, sarjana, magister maupun doctor. Lazimnya universitas di Malaysia, pelaksanaan wisuda dilakukan setahun sekali. Untuk tahun ini Unimap mewisuda sebanyak 1.875 wisudawan.

Pada prosesi wisuda tahun ini, yang duduk di mimbar utama wisuda dan di jajaran senat universitas tidak hanya anggota Senat Unimap, tetapi juga undangan kehormatan lainnya yang terdiri dari Vice Chancellor dan Rektor dari sejumlah universitas mitra Unimap di Malaysia, Thailand, Indonesia dan sejumlah negara Asia lainnya. Saya, Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) adalah satu diantara sejumlah undangan kehormatan tersebut yang diundang ke Konvokesyen Unimap ke-9 ini.

Uniknya, rektor dan vice chancellor yang diundang ini tampil dengan mengenakan baju toga khas universitasnya masing-masing. Kehadiran para rector tersebut menarik perhatian kalangan anggota senat Unimap maupun wisudawan, karema mereka mengenakan baju toga yang beragam dan sama sekali berbeda dengan toga resmi Unimap. Saya sendiri mengenakan baju toga khas UUI berwarna merah dengan strip hitam vertical di bagian tengah yang ditaburi dengan bordiran motif pintu Aceh di bagian strip tersebut bagian lengan serta di bagian topi. Kehadiran para anggota senat kehormatan ini menambah warna dan kemeriahan pelaksanaan wisuda Unimap tahun ini.

Prosesi wisuda dibuka secara resmi oleh Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail dimulai sekira pukul 09:00 waktu setempat di Dewan 2020, Kota Kangar, Perlis. Pada kesempatan itu, Raja Muda Perlis juga menyerahkan gelar doctor kehormatan kepada empat tokoh yang dinilai berjasa kepada Malaysia, Perlis dan pengembangan Unimap. Mereka adalah mantan Menteri Keuangan Malaysia era Mahathir Muhammad Tun Daim Zainuddin, mantan Menteri Pendidikan Tan Sri Dr Shafie Mohd Salleh, Prof Dr Muhammed A Husain dan ilmuan di bidang teknologi baru Prof Dr Ali Hussain Reshak Al-Jaary dari Universitas West Bohemia, Republik Ceko.

Prosesi wisuda ini juga dihadiri oleh orang tua wisudawan yang memadati ruangan Dewan 2020 Kangar. Keunikannya di sini adalah, para orang tua yang datang memenuhi undangan wisuda putra dan putri mereka yang sukses merampungkan pendidikannya pada hari itu turut membawakan bunga yang bakal diserahkan kepada anak-anak mereka. 

Tak kalah uniknya juga, kegiatan wisuda juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan seni, hiburan dan pameran lainnya selama seminggu yang bertauk Festival Konvokesyen ke-9. Diantara kegiatan seni yang dipentaskan adalah tarian tradisional dan modern, parade music band, dan pameran. Pada kesempatan ini, kehadiran Sanggar Ubudiyah Heritage yang ikut menampilkan sejumlah tarian Aceh seperti Likok Pulo dan Ratoh Jarou ikut menambah warna dan keunikan pelaksaan wisuda Unimap yang ditutup dengan jamuan makan malam dan pementasan seni. Penampilan tim tari Sanggar Ubudiyah Heritage yang dilatih oleh Syeh Muda Aris Munandar dan dikoordinir oleh Jummaidi Saputra SH MH mendapat sambutan pujian dari Tuanku Raja Muda Perlis dan Vice Chancellor Unimap.