Pelatihan Penulisan Artikel Internasional

Seminar dan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah international bertemakan Making High Impact Research for Education di Kampus Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Sabtu (18/10/14) dikuti sebanyak 150 peserta dari kalangan guru, dosen dan mahasiswa di Banda Aceh. Kegiatan ini menampilkan empat pemateri sekaligus yaitu Brigjen Prof Dr Kamarudin Hussin, Dr Khairul Azwan, Dr Rizal Affandi dan pengusaha di bidang energy terbarukan Tarek Hussain.

Datuk Kamarudin dalam paparannya menjelasakan bagaimana dia memotivasi dirinya dan para dosen di Unimap untuk gencar melakukan penelitian. Sebagai institusi, Unimap, kata Datuk Kamarudin menyusun strategi agar penelitian yang dilakukan tersebut memiliki impact yang tinggi. Ini antara lain dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas penelitian dosen, sehingga karya-karya penelitian mereka menjadi rujukan peneliti lainnya.

“Saya sendiri berdasarkan data Scopus sudah tercata sampai 230 paper, dan sudah punya nilai impact factor sampai 100 lebih,”kata Datuk Kamarudin. Ia menggugah semangat para peserta dengan menyampaikan, setiap institusi yang ingin memajukan riset harus memberikan insentif kepada para dosennya sehingga menjadi stimulus untuk melakukan riset.

Sementara itu, Dr Khairul Azwan dalam paparannya menukilkan tentang bagaimana menyusun laproan hasil riset. Hal yang perlu diidentifikasi dulu kata Khairul adalah siapa yang akan menjadi audience, dalam hal ini adalah mereka para peneliti dalam bidang ini, termasuk para reviewer jika hasil risetnya ini nanti akan dimuat ke dalam prosiding atau jurnal.

Riset sekecil apapun tidak boleh dianggap enteng. “Jangan dipikir  bahwa hasil riset tentang suatu hal dalam konteks Aceh tidak penting. Sebab, boleh ada pihak-pihak peneliti di negara lainnya ingin menjadikan riset kita di Aceh sebagai acuan,”ungkap Khairul yang jebolan Cambridge University, Inggris.

Secara general, penulisan artikel ilmiah itu mengikuti pola AIMRAD yaitu, Abstract, Introduction, Methodology, Result and Discussion. Hanya saja bentuk dan formatnya biasanya ditentukan oleh pihak penyelenggaran konferensi maupun editor jurnal.

Untuk bisa dimuat ke Jurnal internasional, kualitas penelitian dan bahasa Inggris adalah hal yang penting. Tapi yang namanya riset penguasaan metodologi adalah hal yang mutlak, sedang dari segi bahasa, Khairul menyarankan bisa diminta bantuan pihak lain untuk memperbaiki bahasa Inggris dalam hal penulisan.

Lazimnya satu artikel yang dikirimkan ke Jurnal itu tidak langsung jadi. Ada serangkaian proses revisi yang harus dijalani. Semakin tinggi grade satu jurnal maka prosesnya biasa lebih lama, karena para review akan memprosesnya dengan sangat ketat. Bisa saja prosesnya makan waktu sampai satu tahun.