Prof Hermawan Terharu dan Mohon Maaf

Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti Prof Ir Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D tak bisa membendung rasa harunya ketika menerima sambutan yang diluar dugaan. Hal itu dikemukakan Prof Hermawan ketika memberikan sambutan pada acara silaturrahim dengan Ketua Yayasan Ubudiyah Indonesia Dedi Zefrizal ST dan Rektor UUI Marniati, SE, M.Kes Kamis (9/10/14) pagi di Ubudiyah Plenary Hall.

“Ini semua di luar dugaan saya. Saya sangat terharu. Saya pikir saya hanya diajak jalan-jalan saja lalu pergi. Tetapi rupanya ada penyambutan,”ujar Guru Besar bidang Materi Komputasional ITB ini dengan penuh haru. Dalam sambutannya Prof Hermawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Yayasan dan Rektor UUI terkait dengan lamanya proses perizinan Ubudiyah untuk menjadi universitas.

“Kalau saya tahu fasilitasnya seperti ini, seharusnya sehari saja izin untuk ubudiyah sudah boleh keluar. Saya mohon maaf karena memang sebelumnya tidak melihat langsung bagaimana ubudiyah ini,”papar Hermawan yang disambut tepukan meriah dari seluruh dosen dan mahasiswa UUI yang hadir pagi itu. Sebagai penebus kesalahannya, Prof Hermawan mendoakan UUI akan menjadi universitas terbaik dan bisa sekelas Stanford dan Barkeley (dua universitas tenama di AS) suatu hari nanti.

Keharuannya makin terlihat ketika Rektor UUI Marniati mempersembahkan satu buku kompilasi kutipan pemikiran Prof Hermawan yang tersebar di dunia maya yang diberi judul Satu Gagasan untuk Masa Depan. Rektor sempat menanyakan apakah Prof Hermawan ingat dengan foto-foto tersebut. Dengan nada polos dan terharunya Prof Hermawan mengaku sama sekali tidak ingat lagi dengan foto-foto tersebut. 

Lebih lanjut, Prof Hermawan menyampaikan bahwa kedatangannya ke Aceh dan UUI kali ini adalah ajang perpisahan dirinya yang sebentar akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti.