Rektor Paparkan Kemajuan UUI ke Direktur Kelembagaan Dikti

Rektor UUI Marniati MKes memaparkan sejumlah kemajuan UUI selama beberapa tahun terakhir saat menyampaikan sambutan pada acara silaturrahim dengan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti Prof Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D Kamis (9/10/14) di Ubudiyah Plenary Hall.

Pengembangan UUI diraih dengan penuh perjuangan. Setelah tragedi gempa dan tsunami pada tahun 2004, nyaris tak ada lagi mahasiswa yang mau melanjutkan pendidikan di UUI (dulunya STIKES Ubudiyah). Dari 40 mahasiswa, hanya ada 15 saja yang mendaftar ulang. Untuk mencukupi operasinal,mahasiswa yang tersisa itu diminta untuk membayar SPPnya di depan.

“Setelah tsunami, kita juga harus memikirkan lokasi kampus yang baru. Satu-satunya lokasi yang kami miliki adalah di Tibang ini. Kerana itu kampus dipindahkan kemari. Memang pada awalnya banyak yang menolak karena ini rentan dengan tsunami. Tapi akhirnya kita bisa maju karena tekat, dan dukugan yang penuh dari Ketua Yayasan yang terus mengupayakan pembangunan,”pungkas Rektor disambut gemuruh tepukan para dosen dan mahasiswa.

Sementara pekermbangan UUI saat ini, kata Rektor, sudah menjalin sebanyak 30 kerjasama dengan sejumlah universitas di leve internasional. Dan pada tahun ini dosen dan mahasiswa UUI sudah mengikuti kegiatan Asia Summer Program di Malaysia dan pada tahun depan akan dilanjutkan di Jepang. Demikian juga sanggar Ubudiyah Indonesia Heritage baru saja mendapat kehormatan untuk tampil di Unimap. Dan pada bulan oktober ini UUI  ikut berpartisipasi pada pertemuan Asia University President Forum (AUPF) ke-13 di Bangkok. Pada kesempatan ini Sanggar Ubudiyah Heritage juga diundang untuk tampil. Pada tahun depan, UUI akan mmberanikan diri untuk menggelar seminar internasional yang akan menggandeng Athlone Institute of Technology Ireland dan Universiti Malaysia Perlis.

Rektor juga menyampaikan rasa syukur setelah berjuang sekian tahun lamanya, hingga akhirnya mendapat izin dari pemerintah untuk mendirikan Universitas Ubudiyah Indonesia.