Universitas Ubudiyah Indonesia Merambah Asia

Kampus Universitas Ubudiyah Indonesia

Universitas Ubudiyah Indonesia terus memperluas jaringan kerjasama dengan memperkuat kehadirannya di jajaran perguruan tinggi Asia. Hal ini membuat UUI kian di kenal di kawasan Asia. Ini ditandai dengan adanya  12 nota kesepahaman (MoU) dan dua nota kesepakatan (MoA) bersama sejumlah perguruan tinggi di Asia yang  terjalin selama berlangsungnya even pertemuan rektor se-Asia, Asia University President Forum (AUPF) 2014 di kampus Christian Thailand University  (CTU) 22-26 Oktober. Delegasi UUI terdiri dari Ketua Yayasan Ubudiyah Dedi Zefrizal ST, Rektor UUI Marniati SE, MKes, dan Wakil Rektor III Jurnalis J Hius ST MBA.

Ke-12 perguruan tinggi tersebut resmi menjadi mitra UUI adalah : Universiti Sains Islam Malaysia (USIM),  Bicol University (Filipina), University of Santo Thomas (Filipina), Our Lady Fatima University (Filipina), Dongseo University (Korea Selatan), Vellore Institute of Technology (India), Guangdong University of Foreign Studies (Tiongkok), Bangkok University (Thailand), Bulbright University (Kamboja), Universiti Putra Malaysia (UPM), Asia University (Jepang), Mahasarakham University (Thailand).  

Sedangkan dua nota kesepakatan yang berhasil ditindaklanjuti pada pertemuan AUPF ke-13 yang berlangsung di Sampran Riverside Hotel, Nakhom Paton, Thailand  ini adalah Philippine Normal University (PNU) dalam bidang pendidikan guru, riset di bidang pendidikan, dan pelatihan bahasa Inggris dan Daffodil International University (DIU) Bangladesh. Kesepakatan dengan Daffodil meliputi penyelenggaran joint conference, riset dan penylenggaraan program Global MBA. UUI merupakan satu-satunya perguruan tinggi mewakili Indonesia  yang mendapatkan tawaran kerjasama untuk program  ini. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa melanjutkan karirnya di kancah global. Melalui program ini mahasiswa bisa kuliah antara satu hingga tiga semester di universitas mitra kerjasama.  Kedua universitas ini sudah menjalin kesepahaman dengan UUI pada 2013 lalu. Sesi penandatangan MoU dan MoA digelar pada hari ketiga pelaksanaan AUPF ke-13.

 “Kita bersyukur pada AUPF ke-13 ini, UUI bisa menjalinkan kerjasama dengan 12 universitas mitra di Asia. Hasil kerjasama ini nantinya akan membawa UUI merambah ke kawasan Asia dan semakin dikenal. Strategi internasionalisasi yang kita jalankan ini tidak lepas dari keinginan untuk mewujudkan visi UUI menjadi World Class Cyber University pada 2025 nanti,”papar Rektor sesaat setelah tiba di Banda Aceh, 26 Oktober 2014.

Asia University President Forum (AUPF) merupakan even tahunan yang digelar di lokasi berbeda setiap tahunnya. Tahun 2013, AUPF ke-12 di gelar di Langkawi, Malaysia, kala itu Universiti Malaysia Perlis menjadi tuan rumah. Sedangkan AUPF ke-13 tahun ini, Christian  Thailand University (CTU) mendapat mandat untuk menjadi tuan rumah. Even yang dihadiri 166 partisipan dari 66 Universitas di Asia ini digelar di Sampran Riverside Hotel, Provinsi Nakhom Paton, Thailand.  Dalam sesi konferensi dengan tema Transcultural Challenges for Innovation in Higher Education, tampil sebagai pembicara Prof Kamjorn Tatiyakafee (Sekjen Menteri Pendidikan Thailand), Dr Suvit Maisincee (Direktur Sasin Institute for Global Affairs), Dr Jekuk Chang (President Dongseo University), Brigjen Datuk Prof Dr Kamarudin Hussin (Vice Chancellor Universiti Malaysia Perlis). Dan Prof Zhong Wei He (Presiden Guangdong University of Foreign Studies). Pada kesempatan ini, Wakil Rektor III UUI Jurnalis J Hius juga menyajikan papernya dengan judul Implementing E-Learning for Interconnecting World Class University with Clustered People in Asia.   Dalam paper ini, Jurnalis mendeskripsikan tentang simulasi e-learning yang memungkinkan terjadinya sharing informasi antara dari universitas kelas dunia di Jepang dan Korea Selatan dengan masyarakat pinggiran di negara berkembang seperti Indonesia. Demikian sebaliknya, system ini mungkinkan masyarakat di negara berkembang mempelajari materi pendidikan di Negara-negara maju. Paper ini mendapat sambutan yang positif dari para rektor se-Asia yang hadir di forum tersebut.