Raja Muda Perlis Kunjungi Universitas Ubudiyah Indonesia

Raja Muda Perlis DYTM Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail dalam kapasitasnya sebagai Chancellor Universiti Malaysia Perlis (Unimap) dan DYTM Raja Puan Muda Perlis Tuanku Hj Lailatul Shahreen Akshah Khalil akan mengadakan kunjungan resmi ke Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) selama tiga hari, 13-15 Februari 2014.   

Turut serta dalam rombongan ini adalah Vice Chancellor Unimap Brigjen Datuk Prof Dr Kamaruddin Hussin, Datin Noridah Yangman, Executive Chairman Proven Sdn Bhd Datuk Yusof Jusoh, Sekretaris Menteri Pendidikan Malaysia Mohd Nizar Hj Sudin, Project Manager Mechanical Training Solution Sdn. Bhd Tareq Husni, dan Drektur Celcom Mobile Sdn. Bhd Saiful Baharim Abd Ghaffar.

Selama berada di Aceh, Raja Muda Perlis akan mengikuti sejumlah kegiatan antara lain kegiatan jelajah ilmu, peresmian gedung UUI dan kincir angin (wind turbine). Pada kesempatan ini, Raja Muda yang jebolan La Trobe University Australia ini juga akan menghadiri jamuan dari Gubernur Aceh dan Walikota Banda Aceh. Raja Muda juga dijadwalkan akan melakukan kegiatan sosial keagamaan seerti mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman dan panti asuhan di Banda Aceh.

Rektor UUI Marniati SE MKes Senin (2/2/15) lalu mengatakan agenda utama lawatan perdana putra mahkota Kerajaan Perlis, Malaysia ini ke UUI untuk membuka rapat koordinasi (rakor) tahunan antara Unimap dan UUI yang akan dilangsungkan di Ubudiyah Plenary Hall, Sabtu (13/2/15). Rakor ini nantinya akan diikuti oleh para pejabat di lingkungan Unimap dan UUI, mulai dari tingkatakan Ketua Program Studi, Direktorat dan Wakil Rektor.

Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan singkronisasi kerjasama antara kedua institusi perguruan tinggi di dua Negara yang berbeda dalam menghadapi berbagai tantangan global dan isu Masyarakat Ekonomi ASEAN.  Bagi UUI, Rakor ini diharapkan dapat mempertajam pebahasan tentang implementasi kerjasama dengan Unimap yang akan dilaksanakan baik dalam periode jangka pendek maupun jangka menengah. Rakor juga akan merumuskan satu road map bagi pengembangan UUI menjadi universitas berkelas dunia.

Sementara itu, untuk memperluas prospek lapangan kerja dan praktek mahasiswa UUIRektor UUI Marniati MKes juga dijadwalkan akan menandatangani MoU dengan Unimap Holding Sendirian Berhad (UHSB) dan Celcom Mobile.

Sebagai rangkaian penutup kunjungan Raja Muda Perlis, UUI juga akan menggelar even Pesta Kopi yang diadakan di tepi Krueng Cut, tepatnya di depan kampus UUI. Kegiatan ini juga akan dihadiri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, dan Komisi VII, Ketua DPD Partai Golkar dan Ketua DPA Partai Aceh dan para undangan lainnya.

Rektor juga menambahkan kunjungan Raja Muda Perlis ini  merupakan satu kehormatan bagi UUI.“Kehadiran Tuanku Raja Muda Perlis ke UUI adalah satu catatan sejarah, karena kunjungan ini  adalah kunjungan beliau yang pertama kali ke Aceh. Saya dan seluruh sivitas akademika UUI menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesediaan beliau meluangkan waktu untuk berkunjung ke Aceh, khususnya UUI.  Kehadiran beliau ke UUI juga tak lepas dari persahabatan yang erat antara UUI dengan beliau dan Unimap,”papar Rektor didampingi Wakil Rektor I Doni Sumarto ST MT dan Wakil Rektor III Jurnalis ST MBA.

Peluang Investasi

Pada kesempatan sama, Ketua Yayasan Ubudiyah Indonesia Dedi Zefrizal ST mengungkap tentang peluang kerjasama investasi dengan sejumlah pengusaha Malaysia yang hadir berssama rombonga Raja Muda Perlis. Mereka adalah Datuk Yusof, Tareq Husni dan Saiful Baharim. Dikatakannya, pihak yayasan nantinya akan mengadakan pembicaraan intensif dengan Datuk Yusof mengenai kemungkinan investasi di sejumlah sektor strategis yang ada di Aceh, terutama di bidang kesehatan dan hospitality. Dua sector ini menurutnya sangat prospektif untuk digarap sebagai proyek investasi bersama di tahun-tahun mendatang.  

“Waktu di jumpa di Malaysia, kita sudah sempat bicarakan masalah investasi ini. Tapi beliau belum lihat kondisi ril di lapangan. Nah, setelah beliau lihat sendiri situasi kita Aceh, nantinya kemungkinan-kemungkinan investasi ke depan dapat ditindaklanjuti,”ujar Dedi seraya menambahkan peluang investasi ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan peluang dan kesempatan kerja di Bumi.

Datuk Yusof merupakan pengusaha asal  Malaysia yang konsen di sektor property. Diantara proyek garapan Datuk Yusof ini antara lain pengembangan properti di kawasan Putrajaya Malaysia dan kepemilikan atas jaringan hotel Aston di Malaysia dan Indonesia. Ia juga menjadi sosok penting dibalik suksesnya pembangunan  apartemen mahasiswa di sekitar kampus Unimap, Perlis. Hasil kerjasamanya   dengan  Unimap,  kini berhasil membangun dua kompleks apartemen mahasiswa bertaraf internasional, masing-masing berlokasi di Pauh Putra dan Sungai Chuchuh, Perlis.

Sedangkan pengusaha muda Malaysia lainnya Tarek Husni,  yang konsen dengan pengembangan energi terbarukan, tahun lalu pernah menjejak kakinya ke UUI. Kali ini kehadiran Tareq terhitung istimewa, pasalnya pria yang lama menetap di Inggris ini  akan memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan energi terbarukan di UUI. “Tareq akan bantu pembangunan Wind Turbine di UUI. Perangkatnya sudah dikirimkan melalui jalur laut, diharapkan sebelum 15 Februari sudah tiba di Ubudiyah dan bisa langsung dipasang,”papar Dedi Zefrizal lagi. Keberadaan Wind Turbine ini, lanjut Dedi bukan semata untuk gagah-gagahan, tetapi ini sejalan dengan rencana besar UUI untuk meraih akreditasi QS World Star.  Dedi berharap kerjasama dengan pengusaha asal negera jiran ini akan member peluang positif bagi pembukaan peluang dan kesempatan kerja bagi generasi muda Aceh.

Dalam pertemuan dengan Ketua Yayasan dan Rektor UUI tahun lalu, Tareq juga mengungkap keseriusannya bekerjasama dengan UUI dalam rangka pengembangan energy terbarukan di Aceh. UUI nantinya akan menjadi mitra strategis dalam rangka mengedukasi generasi muda Aceh yang memiliki minat dalam pengembangan energy terbarukan.