UUI Serahkan Website ke Tiga SMA dan MoU dengan SMAN 1 Banda Aceh

Ubudiyah Bangun Website Gratis Untuk SMA Se- Aceh

Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia Marniati SE MKes menyerahkan tiga website sekolah, masing-masing kepada MAN Sibreh, SMAS Bina Bangsa Aceh Besar dan SMA Metodis Banda Aceh. Website itu diserahkan kepada perwakilan masing-masing sekolah disela-sela Workshop Inovasi Internasional di kampus  Ubudiyah Plenary Hall, Sabtu (7/3).

Program pengembangan website ini dikembangkan UUI sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang dijalankan dosen UUI. Sebelum peluncuran ini, para teknisi dari masing-masing sekolah juga mendapatkan  pelatihan teknis dari Direktur Pengembangan Cyber UUI Zuhar Musliyana SST mengenai seluk beluk website dan cara pengelolaannya. Program pengembangan website gratis bagi sekolah-sekolah ini merupakan program besar UUI dalam rangka mewujudkan visi menjadi World Class Cyber University (WCCU) pada tahun 2025. Sejak disosialisasikan ke seluruh sekolah  pada tahun 2014 lalu, program ini mendapat sambutan positif dari kalangan sekolah di Aceh.

Rektor UUI dalam keterangannya mengatakan pesatnya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini merupakan satu peluang yang harus  dimanfaatkan secara maksimal, khususnya bagi kemajuan dunia pendidikan di Aceh. Karena itu,   program website gratis ini merupakan kontribusi UUI terhadap kemajuan dunia pendidikan di Aceh dengan memfasilitasi pengembangan website bagi sekolah-sekolah di seluruh Aceh. Harapannya ke depan, seluruh sekolah binaan UUI ini nantinya dapat menjadi model dan rujukan dalam pengembangan website sekolah di Aceh.

“Kita akan berikan bimbingan dan supervise sepenuhnya kepada sekolah-sekolah yang sudah menjadi mitra UUI dalam pengembangan website. Karena masih banyak aplikasi dan system informais yang dapat dikembangkan untuk kemajuan masing-masing sekolah,”ujar Rektor.

Pada kesempatan itu Rektor UUI Marniati SE MKes dan Kepala SMAN 1 Banda Aceh Kharurrazi SPd MPd menandatangani MoU kerjasama pembinaan. Kerjasama ini antara lain melingkupi program pengembangan e-learning. Program ini diharapkan mampu membuka jendela dunia pendidikan di Aceh, sehingga dapat memperkaya sumber belajar dalam proses belajar mengajar di sekolah. System e-learning juga menyediakan keterbukaan akses ke berbagai sumber bahan belajar dari  dalam negeri maupun mancanegara.

Melalui kerjasama ini UUI dan SMAN 1 Banda Aceh juga akan membentuk satu konsorsium e-learning, dimana setiap anggota konsorsium ini dapat sumber dan bahan ajar yang dimiliki dengan anggota lainnya. Bahkan mereka juga dapat berbagai  best practice yag mereka miliki dalam pengembangan e-learning.  “Alhamdulillah saat ini SMAN 1 Banda Aceh menjadi mitra binaan UUI yang pertama baik dalam pengembangan e-learning maupun program kerjasama lainnya. UUI juga membuka kesempatan bagi SMA lainnya di Aceh yang ingin menjadi mitra binaan,”papar Rektor.   

Workshop Inovasi Internasional

Sementara itu, pelaksanaan Workshop Inovasi Internasional yang digelar UUI  diikuti sebanyak 400 peserta dari kalangan  pelajar SMA di Banda Aceh dan Aceh Besar. Workshop ini dibahani oleh Dr Supri Abdul Gani dan Dr Muhammad Irwanto dari Universiti Malaysia Perlis (Unimap) dan dimoderatori oleh  Harri Santoso MEd (UUI).

Rektor UUI dalam sambutannya memaparkan bahwa seminar ini digelar sebagai sarana untuk memberi gambaran bagi para mahasiswa dan pelajar tentang inovasi yang mungkin kembangkan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Seminar ini juga diharapkan mampu memotivasi para peserta untuk melahirkan karya-karya inovatif yang dapat difungsikan dalam kehidupan sehari-hari.  Seminar ini kata Rektor merupakan ajang sosialisasi pemeran internasional I+Aceh 2015 yang akan digelar di kampus UUI pada 28-29 Maret nanti. Pada kesempatan itu Rektor mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk menyukseskan pameran tersebut dengan ikut serta mempromosikan hasil karya inovatif dan kreatif yang mereka miliki.

“Ini adalah event internasional, dan ini kesempatan yang bagus mempromosikan hasil karya pelajar Aceh ke dunia internasional,”kata Rektor. Ketua Panitia Nurul Hamdi ST MKom menyebutkan hingga minggu pertama Maret tercatat sudah 55 tim yang mendaftar. Dimana tim luar negeri masih mendominasi, antara lain 25 tim dari Malaysia sejumlah tim internasional lainnya dari  Korea Selatan, Thailand dan Filipina, selebihnya adalah tim lokal dan nasional.