Konferensi IJCIMBI Rekomendasikan Komersialisasi Hasil Riset Perguruan Tinggi

Pengembangan riset di Indonesia ke depan diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan ril yang dihadapi oleh masyarakat maupun sector industry. Riset yang dikembangkan tersebut juga diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran hasil riset semata, akan tetapi mampu dikomersialisasikan. Hal tersebut menjadi poin utama rekomendasi dari International Joint Conference of Indonesia, Malaysia, Bangladesh and Ireland (IJCIMBI) 2015 yang berakhir 28 April lalu.Disamping itu, IJCIMBI juga merekomendasikan penggunaan ICT dan khususnya cloud computing sebagai salah satu daya saing perguruan tinggi di era globalisasi serta pengembangan entrepreneurship di kalangan mahasiswa.

Poin-poin rekomendasi itu dikemukakan Rektor UUI Marniati SE MKes berdasarkan pokok-pokok pikiran para keynot speaker yang berbicara di forum konferensi tersebut. Pengalaman Universiti Malaysia Perlis (Unimap) dan Athlone Institute of Technology (AIT) kata Rektor menunjukkan bahwa kedua universitas ini selain memiliki road map komersialisasi riset yang jelas, mereka juga sudah melahirkan berbagai inisiatif komersil dari hasil riset mereka dalam lima tahun terakhir. Di Unimap, komersialisasi mangga harum manis misalnya telah menjadi penggerak utama di kampus itu, sehingga mampu mendulang suntikan dana riset milyaran rupiah dari pemerintah Malaysia maupun swasta.

Pengalaman yang sama juga ditunjukkan oleh AIT di Irlandia. Sejumlah hasil riset AIT kini telah dikembangkan menjadi produk yang layak masuk ke pasar. Bahkan untuk memproduksi dan memasarkan produknya, AIT telah membangun sejumlah industry usaha kecil di bidangnya masing-masing. Pada umumnya, hasil riset yang dikembangkan AIT adalah untuk menjawab berbagai tantangan Millenium baik dari sector kesehatan, ketersediaan air bersit, ICT maupun energy. Sedangkan di Bangladesh, DIU mampu mengarahkan mahasiswa dengan kompetensi IT yang dimilikinya untuk mengebangkan start up. Keberhasilan ini bahkan diinspirasi langsung oleh Chairman DIU Mr Sabur Khan.

Berdasarkan fakta tersebut,poin-poin rekomendasi tersebut sangat relevan untuk dijadikan sebagai referensi bagi perguruan tinggi di Aceh, termasuk UUI di dalamnya. Rektor menambahkan ke depan UUI akan menargetkan untuk dapat memproduksi produk-produk yang layak dipasarkan dari hasil riset yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa UUI. Pada saat bersamaan kita juga akan terus melihat potensi joint research dengan sejumlah universitas mitra dalam rangka mengembangkan riset-riset produktif di lingkungan UUI.

“Saya melihat komersialisasi riset ini ke depan akan menjadi tool bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk bisa bersaing di tingkat internasional. Komersialisasi riset ini juga akan mampu menciptakan berbagai peluang usaha dan lapangan kerja. Saya melihat semua perguruan tinggi di Aceh, termasuk UUI ke depan harus melihat aspek ini sebagai aspek yang perlu diperkuat,”kata Rektor UUI.

Di samping itu, Rektor juga menuturkan, UUI melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) akan terus meningkatkan kapasitas riset bagi dosen UUI dan diharapkan mampu menghasilkan riset-riset berkualitas. Dengan demikian ditargetkan pada tahun 2016 nanti, UUI dapat mempublikasi 100 riset dalam jurnal terindeks Scopus.