Rapat Kerja UUI 2016 : Rektor Fokuskan Tiga Isu Utama

Rektor UUI Gaet i-SYNERGY Cetak Digipreneur Aceh

Ada tiga isu utama yang bakal menjadi agenda pada Rapat Kerja Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) tahun 2016, yaitu publikasi internasional yang berindeks, peningkatan kualitas lulusan dan pengembangan jaringan kerjasama.  Ketiga isu itu  menjadi focus utama, karena dipandang penting dalam meningkatkan daya saing dan reputasi UUI di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Kegiatan Raker tahun kedua ini bakal digelar 8 Februari 2016 dan dipusatkan di Plenary Hall, UUI, Tibang, Banda Aceh. Pelaksanaan Raker kali juga bakal dihadiri oleh Penasehat UUI Brig Jend. Datuk. Prof. Emeritus. Kamarudin Hussin, Datin Noridah Yangman dan Ketua Perpustakaan Unimap Puan Mazmin Mat Akhir. Ketiganya bakal menjadi pembicara kunci, yang masing-masing akan mengetengahkan tema

Rektor Universitas Uudiyah Indonesia Prof Adjunct Marniati SE MKes Sabtu (30/1) mengatakan bahwa dari hasil Rapat Kerja Tahun 2015 lalu ada 10 pencapaian terbesar UUI yang berhasil diwujudkan. Pencapaian tersebut antara lain pelaksanaan konferensi internasional pertama   Internasional  joint conference idonesia, malaysia,bangladesh dan irlandia ( ijcimbi) yang diikuti 250 peserta. Kemudian pelaksanaan pameran inovasi internasional I+ACEH 2015 yang sukses menghadirkan 150 peserta dari enam Negara. Di bidang kerjasama, pada tahun lalu UUI juga berhasil mengikat kerjasama dengan 11 unversitas di kawasan Asia dan Eropa melalui Asian University President Forum (AUPF).

Rektor juga mengungkapkan dalam hal publikasi internasional, UUI sudah membukukan 12 artikel terindeks Scopus dan 10 lainnya terindeks Google Scholar. Pencapaian publikasi Scopus ini menempatkan UUI pada posisi 139 nasional dalam publikasi artikel terindeks Scopus.

Prestasi di bidang inovasi juga ikut mengharumkan nama UUI di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan dengan raihan dua medali emas, dua perak dan 2 perunggu pada even I-ENVEX di Unimap pada pertengahan 2015. Medali emas juga diraih para dosen dan mahasiswa UUI dari serangkaian kontes inovasi di Korea Selatan seperti CIC dan World Invention Competition yang digelar Asia Invention Association.

Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan pengangkatan dirinya sebagai professor adjunct pada di Universiti Malaysia Perlis merupakan penghormatan tertinggi bagi UUI. Prestasi lainnya adalah Penghargaan internasional Special Recognition Award dari European Union Women Inventor and Innovator Network (EUWIIN).

Pada bagian lainnya, UUI juga mengangkat 14 visiting professor dan visiting lecturer  dari sejumlah universitas mitra kerjasama.  Dari berbagai kerjasama yang telah diimplementasikan, UUI berhasil memfasilitasi keikutsertaan dosen dan mahasiswa pada kegiatan training, konferensi dan program transfer kredit online Global Access Asia. UUI juga menggelar berbagai kegiatan pertukaran dosen dan pertukaran budaya serta kegiatan magang robotic dan inovasi. Pada tahun lalu UUI juga mendapatkan hibah satu unit turbing angin (wind turbine) dari pengusaha asal Malaysia.