UUI Luncurkan Konferensi Internasional Drugstech 2016

0WE6-13CN-drugstech

Setelah sukses menggelar konferensi internasional IJCIMBI pada tahun 2015 lalu, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) pada tahun ini kembali menggelar satu konferensi internasional Drug, Social Science and Technology (Drugstech) yang melibatkan empat universitas dari empat negara di kawasan ASEAN. Keempat universtas itu adalah Universitas Ubudiyah Indonesia, University Malaysia Perlis (Malaysia), Mahasarakham University (Thailand) dan Philippine Normal University (Filipina).  

Peluncuran ini ditandai dengan publikasi resmi brosur konferensi Drugstech di website dan social media UUI oleh Direktorat Media dan Publikasi. Pada saat bersamaan juga diluncurkan website Drugstech (www.drugstech.uui.ac.id) oleh Direktorat Cyber Development Centre UUI.

Konferensi ini bakal digelar di Banda Aceh pada 30-31 Juli 2016, dengan menghadirkan sejumlah pembicara kunci yaitu Vice Chancellor Unimap Brigjen Datuk Prof Emeritus Dr Kamarudin Hussin, Rektor UUI Prof Adjunct Marniati SE MKes, Presiden Mahasarakham Unversity Prof Preecha Pratepha PhD, dan Presiden Philippine Normal University (PNU) Dr Ester B Ogena.

Sejumlah pembicara lainnya ikut diundang ke konferensi ini adalah Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Dr Muhammad Dimyati, Chancellor Vellor International University Dr G Viswanathan, Chairman Daffodil International University dan Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh Prof Dr Jamaluddin Idris MEd.

Rektor UUI Marniati SE MKes dalam keterangannya mengatakan pelaksanaan konferensi ini bertujuan untuk memotivasi sekaligus mengakomodir hasil riset yang dilakukan para dosen dan peneliti di perguruan tinggi di Indonesia dan di kawasan ASEAN. Melalui forum konferensi ini antara diharapkan mampu menjadi sarana bertukar informasi dan pengalaman di kalangan peneliti di Indonesia dan ASEAN. Di samping tentunya dapat menghadirkan hasil-hasil riset yang dapat dipublikasikan di jurnal internasional.

“Kita menyadari bahwa untuk bersaing di level internasional, universitas di Indonesia perlu menyumbang lebih banyak artikel ilmiah ke jurnal-jurnal internasional yang terindeks Scopus dan Thomson Reuters. Konferensi adalah salah satu sarana untuk meningkatkan daya saing kita di bidang riset,”kata Rektor didampingi Ketua Panitia Armia Nasri ST MMSc di kampus UUI. Karena itu, Rektor mengajak para peneliti di Indonesia untuk ikut ambil bagian pada konferensi tersebut.