UUI Gelar Seminar Bisnis Sosial

Universtas Ubudiyah Indonesia (UUI) menggelar Seminar dan Workshop Bisnis Sosial Selasa (1/3) di Kampus UUI dengan menghadirkan praktisi dan juga akademisi dalam bidang Bisnis Sosial Prof Madya Masud Ibn Rahman dari Daffodil Internasional University, Bangladesh. Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor III UUI Donny Arief Sumarto ST MT dihadiri seratusan peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa UUI.

Doni salam sambutannya mewakili Rektor UUI Prof Adjunct Marniati MKes, mengajak mahasiswa UUI untuk menyerap pengetahuan dalam bidang bisnis sosial. Dia berharap mahasiswa UUI kedepan akan lebih banyak berperan dalam bidang entrepreneur. Dikatakan Doni pelaksanaan seminar dan workshop ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama antara UUI dan Daffodil.

Prof Masud dalam paparannya mengatakan konsep bisnis sosial sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bisnis pada umumnya. Hanya saja, yang menjadi tumpuan utama bisnis social adalah untuk menjawab berbagai masalah social yang ada di masyarakat. “Bisnis sosial juga bertujuan untuk profit, tetapi profitnya itu tidak untuk dinikmati oleh orang perorang. Profit itu diinvestasikan kembali untuk kemanfaatan masyarakat, sehingga dampak sosialnya kepada masyarakat cukup besar,”kata Masud yang saat ini menjabat sebagai Ketua Social Business Cell Daffodil Internasional University ini.

Dia juga mengutip pernyataan pelopor bisnis social yang juga peraih Hadiah Nobel asal Bangladesh Prof Muhammad Yunus yang menyatakan menghasilkan uang adalah satu kebahagian tetapi membahagiakan orang lain itu superbahagia. Dia menyebutkan tentang kepeloporan Prof Yunus dalam bidang social bisnis. Pasca keberhasilan mengembangkan Grameen Bank, sebagai lembaga pembiayaan mikro tanpa agunan di Bangladesh, kini Prof Yunus banyak terus mengkampanyekan kegiatan social bisnis di sejumlah Negara seperti Amerika Latin, Jepang, Eropa dan kawasan Asia.

Ketika menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai kemungkinan mengembangkan bisnis social di Aceh, Prof Masud mengatakan sangat memungkinkan. Karena bisnis social ini dikembakan berdasarkan permasalahan social yang ada di masyarakat. Dari itu kemudian para pelaku sosial bisnis dapat mengembangkan ide bisnis untuk memberikan solusi kepada masyarakat. “Mulailah dengan bisnis berskala kecil, fokuslah untuk mengembangkannya. Di Daffodil, kami berhasil menciptakan dua ribuan entrepreneur muda yang bergerak dalam bidang bisnis ini,”kata pria yang juga Anggota Komisi Hak Azasi Manusia Bangladesh dalam bidang Perlindungan Anak.

Sejumlah contoh bisnis sosial yang sukses dikembangkan adalah porduksi susu yogurt bagi masyarakat miskin. Produk yang diberi label shakti Yogurt ini dijual tanpa branding dan kemasan yang berbeda dengan produk sejenis yang dipasarkan secara komersil, sehingga harganya terjangkau untuk masyarakat miskin. Produk ini disasar untuk menjawab masalah malnutrisi bagi kalangan anak-anak dan balita di Bangladesh.

12029761_1715372308746475_5203436175680411997_o
12764330_1715372395413133_5118203697930871473_o