Rektor UUI Inisiasi Pembentukan Organisasi IKAWAPI

BANDA ACEH – Puluhan tokoh perempuan Aceh yang terdiri dari berbagai latar belakang, seperti pengusaha, politisi perempuan, aktivis perempuan, akademisi, dan PNS, menggelar silaturahmi Ikatan Wanita Pembangunan Indonesia (IKAWAPI)–sebuah organisasi wanita yang diinisiasi oleh perempuan Aceh, Marniati, di Aula Plennary Hall Universitas Ubudiyah Indonesia, Selasa (12/4).

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 14.00 WIB, hingga 17.00 WIB itu, mengagendakan diantaranya sosialisasi lembaga IKAWAPI sekaligus pembentukan struktur pengurus pusat, yang berkedudukan di Aceh.

Pendiri IKAWAPI, Prof Adjunct Marniati mengatakan, organisasi IKAWAPI merupakan agen transformasi dan pemersatu untuk mencapai kesamaan gender sebagai dasar pembangunan masyarakat yang berilmu, bermartabat, berdaya saing dan demokratis 2025.

“Kita akan mewujudkan perubahan yang membela hak-hak wanita dan kelompok yang di pinggirkan untuk membangunkan kekuatan perempuan seluruh Indonesia,” kata Marniati, Selasa (12/4).

IKAWAPI juga akan meningkatkan kesadaran wanita tentang peranan mereka sebagai penyumbang kepada pembangunan negara. Selain itu, juga meningkatkan akses wanita kepada sumber-sumber ekonomi dan meningkatkan keterlibatan dan kapasitas wanita dalam berbagai sektor.

“Anggota IKAWAPI ini nantinya akan dibekali kecakapan dan kemampuan serta kualitas hidup wanita di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, agama, politik dan budaya melalui program dan aktivitas pembangunan wanita,” jelas Marniati yang juga sebagai Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia itu.

Secara umum, kata Marniati, IKAWAPI bertujuan untun memberdayakan wanita agar lebih berperan menyumbang pada pembangunan negara melalui penyediaan bantuan pelaksanaan program-program membina kapasitas yang berkualitas dan dan mandiri.

IKAWAPI rencana akan dideklarasikan pada Mei mendatang di Banda Aceh. Hal itu, kata Marniati, dilakukan setelah semua struktur pengurus periode 2016-2022 terpenuhi.

Untuk diketahui, IKAWAPI ditargetkan akan berada di 14 regional. Sampai saat ini, kata Marniati, pihaknya baru membentuk di empat provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. “Semua ada tingkatan kepengurusannya, seperti DPP, DPD, DPC dan DPRT,”terangnya.

Untuk perekrutan anggota, lanjutnya, akan dilakukan secara online. Sehingga akan memudahkan bagi wanita Indonesia untuk bergabung. “Siapa saja yang akan membangun Indonesia, langsung bisa mendaftar ke IKAWAPI,” ungkapnya.

Marniati juga menyebutkan, IKAWAPI memiliki tiga program yang dilakukan berkelanjutan, yaitu I-Srikandi, untuk program kemudahan pembiayaan ekonomi. Kemudian I-Konselor, untuk pendampingan tranformasi wanita melaksanakan program pembangunan. Selanjutnya, program I-Leader, yaitu untuk menciptakan pemimpin perempuan tangguh dan cerdas serta bermartabat.

Organisasi wanita Indonesia berlambang obor api tersebut, dalam menjalankan organisainya, belandaskan nilai ilmu, martabat, keikhlasan, dan kegemilangan.

IKAWAPI tidak ada istilah bersaing secara negatif. Namun, kata Marniati, pihaknya menganjurkan persaingan dalam konotasi positif. “Setiap program kita akan berkelanjutan, ini yang membedakan dengan organisasi yang sudah ada,” jelas Marniati.