PROF. MARNIATI TINJAU LOKASI PEMBANGUNAN PUSTAKA ACEH

Banda Aceh – Dalam agenda kerja nya sebagai Tenaga Ahli Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) Prof. Adjunct. Dr. Marniati., M.Kes mengunjungi serta meninjau lokasi pembangunan Perpustakaan Aceh baru yang berada dikawasan lamnyong, Banda Aceh. Prof. Marniati yang didampingi Kepala Dinas DPKA Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP dan juga bersama tim DPKA mengamati langsung kelapangan sejauh mana progress pembagunan gedung perpustakaan Aceh baru ini yang di targetkan akan selesai ditahun 2022 mendatang.

Prof. Marniati menjelaskan secara singkat tentang perencanaan gedung pustaka baru tersebut yang di lengkapi dengan sistem digital yang berteknologi tinggi. Seperti ; OLDC sistim yang bisa mengkoneksi kan dengan jejaring pustaka-pustaka di seluruh dunia dimana jumlah pustaka yang sudah tergabung lebih dari 68.000 perpustakaan dengan lebih dari 10 juta koleksi jurnal dan buku serta literasi lain nya di seluruh dunia. Prof. Marniati sebagai salah satu tenaga ahli untuk DPKA yang berperan aktif dalam pelaksanaan pustaka baru ini dari konseptor, perencanaan dan tahap realisasi yang sudah di gagas dan masih dalam tahap penyelesaian dan berharap untuk target selesai di tahun 2022 mendatang. Atas kajian dan pengalaman nya dalam menciptakan sebuah Pustka yang sudah di buktikanb nya melalui Pustaka Budiyah Binti A Wahab yang meraih predikat Akreditasi A dari Perpusnas Indonesia. 

Dengan jaringan kerja sama nya dengan berbagai pustaka di dunia, dia optimis akan mengkoneksi kan seluruh ajringa kerja sama nya untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan ini. Hal tersebut ayng direalisasi nya dengan perencanaan dan penerapan pada gedung pustaka ini yang dilengkapi  dengan berbagai kebutuhan database perpustakaan  dengan pihak E-library, Eproxy  dan Worldcat. Besar harapan Prof. Marniati menambahkan gedung Pustaka baru ini akan memberikan warna baru pada perpustakaan ini yg akan menarik minat baca siswa hingga ke mahasiswa dan masyarakat umum dan merupakan jantung Ilmu bagi semua orang khususnya masyarakat Aceh.