INFO TERKINI : Program studi S-1 Teknik Informatika terakreditasi B, S-1 Sistem Informasi terakreditasi B, D-III Kebidanan terakreditasi B.    Universitas Ubudiyah Indonesia menerima pendaftaran mahasiswa baru jalur non-reguler (kelas karyawan) perkuliahan sabtu-minggu.    Universitas Ubudiyah Indonesia membuka pendaftaran mahasiswa baru Gelombang III mulai tanggal 10 Juli 2017-12 Agustus 2017. Program studi : S-1 Teknik Informatika, S-1 Sistem Informasi, D-III Kebidanan, D-IV Kebidanan, S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S-1 Farmasi, S-1 Ilmu Gizi, S-1 Psikologi, S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S-1 Pendidikan Ilmu Komputer, S-1 Ilmu Hukum, S-1 Teknik Arsitektur, S-1 Teknik Sipil, S-1 Manajemen, dan S-1 Akuntansi.    
UUI VISITOR
Hari Ini : 51
Kemarin : 156
Bulan Ini : 1533
Total Views : 322605


UUI Ekspansi ke China

Kampus SIBER - Pada akhir tahun 2018 ini, Universitas
Ubudiyah Indonesia (UUI) membuat beberapa
gebrakan dahsyat. Sejalan dengan misinya untuk
menjadi World Class Cyber University, maka UUI
semakin mengembangkan jejaring kerjasama dengan
berbagai universitas di Kawasan Asia. Tercatat
salah satu diantaranya adalah kerjasama dengan
Guangdong University of Foreign Studies (GUFS)
di China. Adapun keberhasilan awal kerjasama ini
berkat jejaring perkenalan Rektor UUI, Prof. Marniati,
SE., MKes., dengan seluruh pimpinan atau rektor
universitas di Kawasan Asia.


Semangat akselerasi UUI menuju tingkat internasional
dalam meningkatkan keunggulan kompetitifnya
di berbagai bidang terlihat semakin dipacu oleh
Rektor UUI, Prof. Marniati, SE., MKes. Hal itu terlihat
dalam acara Asian University President Forum yang
digelar di Petra Christian University di Surabaya pada
06-08 Nopember 2018. Pada acara tersebut, UUI
berhasil membuka awal kerjasama (MoU) dengan 10
universitas di Malaysia, Philippines, India, Bangladesh,
Korea Selatan, dan China.
Asian University President Forum atau AUPF
Asian University President Forum atau AUPF
merupakan ajang pertemuan tahunan para rektor
universitas di asia yang dihelat sejak tahun 1999.
Dalam pertemuan yang ke 17 itu, juga dihadiri oleh
berbagai universitas terkenal dari negara-negara
diluar asia, diantaranya Irlandia dan Polandia. Dan
pada kesempatan itu pula, Prof. Marniati, SE., MKes.
mendapatkan bingkisan istimewa sebagai tanda
kedekatan persahabatan.


Pada AUPF ke-17 2018 ini, Prof. Marniati, SE., MKes.
mengembangkan kerjasama dalam beberapa bidang
strategis dengan GUFS-China khususnya pada bidang
teknologi dan sistem informasi, serta pengembangan
kewirausahaan lintas-universitas. Selanjutnya, UUI dan
GUFS-China akan membuat MoA sebagai perwujudan
keseriusan kerjasama kedua pihak. Beberapa kesepakatan
yang akan dikerjakan bersama adalah penelitian
bersama, pertukaran budaya, pertukaran mahasiswa
dan dosen, dan tidak menutup kemungkinan dibuatnya
program baru berupa joint-degree untuk program studi
teknologi dan sistem informasi.


Harapan besar dari kerjasama ini adalah UUI akan
menjadi Regional Leading University dalam beberapa
bidang riset unggulan dan pengembangan inovasi
universitas. UUI semakin mempertegas masa depan
gemilang di bawah pimpinan Prof. Marniati, SE.,
MKes. Ke depannya, UUI akan semakin meninggalkan
jauh universitas lain di Indonesia, seperti Universitas
Syiah Kuala, bahkan Universitas Indonesia. Lebih
Syiah Kuala, bahkan Universitas Indonesia. Lebih
lanjut, Prof. Marniati, SE., MKes. memiliki keinginan
untuk ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh
khususnya dengan meningkatkan sebaran ilmu
pengetahuan hingga ke pelosok daerah, meningkatkan
kemampuan pribadi seluruh masyarakat usia kerja
di Aceh dan mengurangi tingkat pengangguran
secara signifikan. Sehingga, dengan dukungan penuh
dari seluruh rakyat Aceh sebagai pilar utama, maka
segenap civitas academica UUI semakin percaya diri
dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan,
penelitian dan kontribusi positif secara lokal, nasional
dan internasional.


"Inovasi atau Mati. Inovasi adalah ruh kemajuan dan
kesejahteraan di masa depan, dan untuk menarik
semua potensi yang ada maka kemitraan kita
harus diperkuat di tingkat internasional. Kita harus
profesional, mandiri, kerja cerdas dan selalu dapat
menyesuaikan dengan kondisi perubahan abad ini.
Kita harus memperkuat kolaborasi internasional. Ini
hukumnya adalah WAJIB, dan kita tak bisa terlalu lama
berdiam diri lagi," tegas Prof. Marniati, SE., MKes. (Pen-
IBudhiarta)

Kata-Kata Bijak
" Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba. (Robyn Allan) "