INFO TERKINI : Program studi S-1 Teknik Informatika terakreditasi B, S-1 Sistem Informasi terakreditasi B, D-III Kebidanan terakreditasi B.    Universitas Ubudiyah Indonesia menerima pendaftaran mahasiswa baru jalur non-reguler (kelas karyawan) perkuliahan sabtu-minggu.    Universitas Ubudiyah Indonesia membuka pendaftaran mahasiswa baru Gelombang III mulai tanggal 10 Juli 2017-12 Agustus 2017. Program studi : S-1 Teknik Informatika, S-1 Sistem Informasi, D-III Kebidanan, D-IV Kebidanan, S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S-1 Farmasi, S-1 Ilmu Gizi, S-1 Psikologi, S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S-1 Pendidikan Ilmu Komputer, S-1 Ilmu Hukum, S-1 Teknik Arsitektur, S-1 Teknik Sipil, S-1 Manajemen, dan S-1 Akuntansi.    
UUI VISITOR
Hari Ini : 156
Kemarin : 125
Bulan Ini : 2192
Total Views : 328105

Rektor : menyatakan UUI Siap Berkompetisi dalam Revolusi Industri 4.0

Lulusan perguruan tinggi harus memiliki jiwa kewirausahaan untuk menciptakan lapangan kerja baru. Pada era Revolusi Industri 4.0 ini akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan mahasiswa. Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Prof. Marniati, mengatakan, dampak era Revolusi Industri 4.0 akan luas dan mengarungi segala aspek kehidupan manusia serta menentukan perkembangan ekonomi kedepan secara global.

Lebih lanjut, Prof. Marniati mengatakan, tantangan bagi lulusan perguruan tinggi pada era Revolusi Industri 4.0 semakin meningkat. Karena itu, setiap lulusannya harus memiliki kompetensi mumpuni untuk bersaing secara global. Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu bekerja di perusahaan dan instansi lain, juga memiliki jiwa kewirausahaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan memanfaatkan peluang yang muncul dari Revolusi Industri 4.0.

Perguruan tinggi dihadapkan dengan tantangan untuk mempersiapkan dan melengkapi SDM dengan kompetensi serta keterampilan yang tepat untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 agar terus mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Sistem dan program pendidikan tinggi perlu disesuaikan agar relevan dengan Revolusi Industri 4.0. Tantangan ekonomi digital sudah di depan mata. Berdasarkan kajian World Bank 2017, sebanyak 75- 375 juta tenaga kerja global diperkirakan akan beralih profesi di mana 65% jenis pekerjaan masa depan belum ditemukan.

Respon industri 4.0, lembaga pendidikan harus melakukan disain ulang kurikulum dengan pendekatan human digital, menuju transformasi skills dengan memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) sebagai basis. Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi juga harus kolaborasi antara dunia industri, lembaga Diklat, Kadin/Apindo, Asosiasi untuk identifikasi kebutuhan kompetensi masa depan. Serta investasi pengembangan digital skills dan pengakuan (rekognisi) kompetensi.

Perkembangan industri yang berubah, maka karakter pekerjaan, tuntutan skill pun harus berubah. Prof. Marniati menegaskan, kemunculan jenis pekerjaan baru ini akibat Revolusi Industri 4.0. Artinya, perguruan tinggi harus mampu mengantisipasi peralihan jenis pekerjaan di era ekonomi digital ini dengan menyiapkan kompetensi dosen dan kurikulum yang tepat. Pada kesempatan wisuda lulusan UUI kemarin, beliau juga meminta para lulusan perguruan tinggi untuk selalu terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan di berbagai bidang kehidupan agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi.

Kata-Kata Bijak
" Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun. (Nightingale) "