REKTOR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA BENTUK SATGAS CEGAH STUNTING DI 11 DESA

Banda Aceh – Universitas Ubudiyah Indonesia yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2002 ini dengan mengangkat tema ‘Pencegahan Stunting dengan Kesadaran Informasi dan Kemandirian Ekonomi Keluarga’. Program KKN UUI 2022 ini yang mengambil lokasi di sebelas desa dibawah kecamatan Lembah Selawah Kabupaten Aceh Besar. Peserta KKN yang berjumlah 150 mahasiswa yang di sebar di sebelas desa yang di mulai pada awal Agustus 2022.Dalam sambutan nya Rektor UUI mengatakan kondisi Provinsi Aceh saat ini menempati rangking 3 dalam hal permasalahan stunting di Indonesia.

Dan hal ini harus ada perhatian khusus dari semua pihak, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari pihak swasta harus mengambil peran lebih dalam membangun program bersama dalam upaya pencegahan stunting agar anak2 aceh kedepan dalam lahir sehat dan cerdas. Jika dirunut menurut 34 provinsi, Aceh merupakan salah satu daerah dengan kasus stunting tertinggi di Indonesia. “Prevalensi anak stunting di Aceh jauh di atas rata-rata nasional, Dari data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Aceh menempati posisi ketiga tertinggi setelah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat di posisi pertama dan kedua. “Di Indonesia prevalensi stunting itu berada di 24,4 persen. Jadi kita jauh dari rata-rata nasional ujar Rektor perempuan pertama Aceh UUI.

Rektor UUI yang bergerak cepat dalam Pembentukan satgas stunting disetiap desa binaan UUI yang akan membantu setiap desa tersebut melalui kader-kader desa dan bidan desa dalam program pemantau kesehatan remaja puteri pranikah, pra hamil dan selama kehamilan. Untuk menyukseskan program ini dimana UUI yang bekerjasama dengan tenaga kesehatan setempat dan masyarakat di desa tersebut yang dipilih sebagai anggota satgas untuk program UUI cegah stunting yang telah terlatih dalam penaganan masalah stunting.

Uui Luncurkan Website Pendataan Stunting di Desa di Kecamatan Lembah Seulawah


Program ini akan diawali dengan melatih para kader oleh MoT (Master of Trainer) sebanyak lima orang dari perwakilan disetiap desa sebagai satgas cegah stunting.
Kemudian berlanjut dengan melakukan Training dan penyuluhan pembekalan terhadap remaja puteri dan ibu calon pengantin hingga calon ibu hamil serta para guru2 PAUD di desa-desa binaan UUI agar dapat membantu
dan berkontribusi penuh dalam pencegahan stunting. Dan selanjutnya akan dilakukan program monitoring dalam perkembangan tumbuh kembang anak. Program dari Universitas Ubudiyah Indonesia ini yang disambut dengan baik oleh pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Dimana Camat lembah seulawah Husaini, BA siap mendukung penuh bersama jajaran kepala desa di kecamatan nya dalam kontribusi dan peran nya untuk menyukseskan pelaksanaan program dari UUI Cegah Stunting ini. 

Untuk menyukseskan program ini dalam hal keakuratan data untuk mendapatkan persentase dari kasus stunting ini UUI juga secara resmi meluncurkan website pendataan stunting untuk ke sebelas desa di kecamatan Lembah Seulawah. Dimana dengan adanya website ini akan sangat mudah untuk berbagai macam informasi, program-program kerja dan tips-tips pencegahan serta edukasi yang jelas dari malsah Stunting ini yang bisa di akses oleh semua masyarakat umum. Tidak hanya untuk desa-desa di kecamatan Lembah Seulawah tetapi juga semua pihak yang ingin mengethaui tentang berbagai macam informasi tentang stuntimng beserta data-data yang dibutuhkan guna untuk menurunkan angka stunting di Aceh khususnya di Indonesia.