UUI Kirim Mahasiswa Ikut Program Student Mobility Antarbangsa

Mahasiswa UUI berfoto usai seremoni pelepasan program Student Mobility Antarbangsa di halaman kampus UUI, Sabtu (2/3/2024).

BANDA ACEH – Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Prof Adjunct Dr Marniati MKes mengirim sepuluh mahasiswa yang berasal dari Program Studi S-1 Teknik Informatika dan S-1 Farmasi UUI untuk mengikuti Program Student Mobility AntarBangsa di DRB-Hicom University of Automotive Malaysia, Perak, Malaysia.

Program Student Mobility kali ini istimewa karena merupakan undangan khusus dari pihak penyelenggara acara yakni DRB-Hicom University of Automotive Malaysia.

Sebelum berangkat ke-sepuluh mahasiswa UUI dan pendamping yang ikut program tersebut menjalani acara pelepasan yang dihadiri Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UUI Desita Ria Yusian TB MT dan Ketua Program Studi S1 Teknik informatika UUI M Bayu Wibawa MMSi yang berlangsung di halaman UUI, Banda Aceh, Sabtu (2/3/2024).

Marniati mengatakan bahwa program ini merupakan program rutin tahunan yang menjadi unggulan UUI dan dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai tangal 4 sampai 10 Maret 2024 di Perak, Malaysia dengan agenda mengunjungi DRB-Hicom University of Automotive Malaysia.

Tidak hanya UUI, ada 20 universitas ternama lainnya dari Indonesia dan luar negeri yang juga ikut dalam acara tersebut.

“Pada Program Student Mobility ini, para mahasiswa dan pendamping dari UUI akan mengikuti berbagai kegiatan diantaranya pertukaran budaya, kegiatan seminar dan workshop akademik serta persembahan antarbangsa dalam konsep ummatic festival,” kata Marniati.

UUI, lanjut Marniati, telah mengirimkan lebih dari 2.000 mahasiswanya ke luar negeri dalam berbagai bentuk program, baik studi banding, magang, ataupun kerja lapangan praktek di industri dan rumah sakit di Kuala Lumpur, Penang, dan Thailand.

“Program Student Mobility ini memiliki manfaat yang sangat besar dalam mempromosikan diplomasi budaya dan soft power dalam skala global. Sehingga, individu mahasiswa memiliki pengalaman lintas budaya membawa perspektif unik dan memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah di berbagai konteks,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, mahasiswa dapat membawa pelajaran dari perspektif global sepanjang hidup mereka yang nantinya berpengaruh pada pengambilan keputusan pribadi dan professional.

Marniati yakin bahwa dengan pola pikir global seringkali akan lebih mudah beradaptasi dan kreatif dalam mencari solusi terhadap permasalahan.

Dengan tujuan tersebut UUI telah melakukan Program yang juga dikenal dengan sbeutan KKN Luar Negeri sejak 2014 sampai sekarang.

Selain itu juga bertujuan untuk menjalin kerjasama antaruniversitas ataupun perusahaan, meningkatkan motivasi mahasiswa dalam melanjutkan studi ke luar negeri, menambah relasi di luar negeri, dan meningkatkan keterampilan soft skill dan hard skill mahasiswa.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UUI Sahbainur Rezeki MKM yang juga menjadi pendamping dalam program tersebut berharap kegiatan Student Mobility UUI dapat tercipta kerja sama yang baik antar kedua universitas dan para mahasiswa UUI dapat menambah ilmu pengetahuan sehingga memiliki kemampuan untuk dapat bersaing di kancah internasional.

Setelah ini, dijadwalkan juga program Student Mobility tahap dua yang akan berlangsung pada bulan Mei 2024.(*)

Tinggalkan Balasan