Rektor UUI : Pemerintah Perlu Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi dan Oganisasi Perempuan untuk Bantu Entasan Kemiskinan di Aceh

Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) sekaligus Ketua Umum DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Aceh Prof Adjunct Dr Marniati MKes memberi sambutan pada Seminar Internasional bertema Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga dalam Mengentaskan Kemiskinan di Provinsi Aceh, Senin (3/6/2024) di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh yang digelar oleh UUI dan PIM.

BANDA ACEH – Untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh, pemerintah perlu bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai unsur terutama perguruan tinggi dan organisasi perempuan selain dari unsur lainnya seperti dunia usaha, masyarakat sipil, pelaku UMKM serta perwakilan.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) sekaligus Ketua Umum DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Aceh Prof Adjunct Dr Marniati MKes pada Seminar Internasional bertema Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga dalam Mengentaskan Kemiskinan di Provinsi Aceh, Senin (3/6/2024) di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh yang digelar oleh UUI dan PIM.

Marniati mengatakan Perguruan Tinggi sebagai Lembaga Pendidikan memiliki peran dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh melalui Tridarma Perguruan Tinggi dengan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

“Sebagaimana konsep pendidikan untuk pengentasan kemiskinan dengan makna yang didasarkan pada teori human capital. Bahwa di samping modal dan teknologi, manusia juga merupakan salah satu faktor utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara,” jelasnya.

Pemateri Seminar Internasional bertema Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga dalam Mengentaskan Kemiskinan di Provinsi Aceh adalah Mantan Menteri Ekonomi Malaysia Dato’ Seri Mustapa Mohamed.

Pertumbuhan ekonomi di Jepang dan Korea Selatan, lanjutnya, merupakan contoh dari konsep tersebut. Ia mengatakan kedua negara tersbut miskin sumber daya alam, tetapi memiliki SDM dengan kompetensi tinggi khususnya di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan sehingga berdampak pada tingginya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

“Oleh karena itu, salah satu upaya memberantas kemiskinan dengan meningkatkan kualitas SDM kita dan itu merupakan tugas dari lembaga pendidikan termasuk Perguruan Tinggi. Dengan demikian, angka kemiskinan di Aceh dapat diturunkan bahkan dihilangkan,” ujar Marniati.

“Begitu pula dengan pentingnya peran organisasi perempuan dalam mengentaskan kemiskinan. Saat ini dapat kita lihat banyak perempuan di Aceh yang ikut bekerja dan berkarir di berbagai bidang, baik sebagai pengusaha maupun pekerja kantoran. Disadari atau tidak, itu adalah bentuk dari upaya mengentaskan kemiskinan,” kata Marniati.

Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang diketuai Rektor UUI Prof Adjunct Dr Marniati Mkes adalah salah satu organisasi yang mendukung upaya dan program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh.

Sebagaimana namanya, organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) Aceh beranggotakan para perempuan dari berbagai latar profesi.

Prof Adjunct Dr Marniati MKes dan Dato’ Seri Mustapa Mohamed berfoto bersama panitia dan peserta seminar internasional bertema Strategi Ketahanan Ekonomi Keluarga dalam Mengentaskan Kemiskinan di Provinsi Aceh, Senin (3/6/2024) di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh yang digelar oleh UUI dan PIM.

Marniati berharap, dengan adanya suara dan buah pikir dari pihak perempuan dapat membantu percepatan penurunan angka kemiskinan di Aceh.

Marniati juga menyebutkan tidak hanya perguruan tinggi dan organisasi perempuan bahwa perlu adanya dukungan dan kerja sama dari para pihak yang memiliki konsen sama dalam pengentasan kemiskinan, seperti lembaga riset, Kadin, NGO, dan pihak lainya yang berpotensi untuk membantu percepatan penurunan angka kemiskinan di Aceh.

Empat 4 strategi penting untuk pengentasan kemiskinan menurut Marniati yaitu melalui social protection (perlindungan sosial), poverty alleviation (pengentasan kemiskinan), community empowerment (pemberdayaan masyarakat), dan shared growth (pertumbuhan bersama).(*)

Tinggalkan Balasan