Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan, UUI Teken MoU dan MoA dengan BPOM

Penandatanganan MoU antara UUI dan BPOM oleh Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Prof Adjunct Dr Marniati MKes dan Kepala BPOM Banda Aceh Yudi Noviandi MSc Tech Apt.

BANDA ACEHUniversitas Indonesia Indonesia (UUI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Rabu (29/5/2024) di Plenary Hall UUI, Banda Aceh.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UUI Prof Adjunct Dr Marniati MKes dan Kepala BPOM Banda Aceh Yudi Noviandi MSc Tech Apt.

Selain MoU, UUI juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UUI dengan BPOM yang ditandatangani Dekan Fikes UUI Nuzulul Rahmi SST MKes dan dan Kepala BPOM Banda Aceh Yudi Noviandi MSc Tech Apt.

Kepala BPOM Banda Aceh Yudi Noviandi MSc Tech Apt memberikan cenderamata kepada Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) yang diterima Rektor UUI Prof Adjunct Dr Marniati MKes.

Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia Prof Adjunct Dr Marniati MKes dalam sambutannya mengatakan bahwa kerja sama tersebut dalam rangka penguatan peran kedua instansi baik dalam pengembangan kompetensi para mahasiswa UUI maupun penguatan pengawasan obat dan makanan di provinsi Aceh.

“Dengan terjalinnya kerja sama ini, mahasiswa UUI nanti dapat melakukan pengembangan kompetensi di BPOM dan itu merupakan suatu hal yang sangat baik karena ada banyak hal yang dapat dipelajari, sehingga dapat meningkatkan kemampuan SDM kita,” kata Marniati.

Para mahasiswa UUI mengikuti seminar farmasi yang dipaparkan oleh pemateri Kepala BPOM Banda Aceh Yudi Noviandi MSc Tech Apt, di Plenary Hall UUI, Banda Aceh, Rabu (29/5/2024).

Kepala BPOM Banda Aceh Yudi Noviandi MSc Tech Apt dalam wawancaranya berharap jika kerja sama kedua instansi ini dapat meningkatkan sinergisitas antara UUI dan BPOM baik dalam pengembangan kompetensi dengan mahasiswa UUI serta peran dalam penguatan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Aceh.

“Kesempatan mahasiswa dari Ubudiyah untuk pengembangan kompetensi di BPOM kami persilakan, kemudian juga membantu kami dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di Provinsi Aceh,” kata Yudi.(*)

Tinggalkan Balasan