UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA ADAKAN COACHING KKN SECARA LURING

Banda Aceh – Universitas Ubudiyah Indonesia menyelenggarrakan coaching KKN secara Luring. KKN tahun ini rencananya dilaksanakan di desa-desa terpencil dengan tema “Upaya Pencegahan Stunting dengan Kemandirian Ekonomi Keluarga dan Kesadaran Informasi”. Khairun Purgawa, SP., MP selaku panitia pelaksanaan kegiatan coaching KKN.

Pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dengan tahun kemarin yang dilakukan dengan dua metode secaa online maupun ofline, sedangkan tahun ini diadakan secarang ofline yang akan terjun langsung kelapangan sesuai desa yang dibagikan setiap kelompok.

Mahaswa UUI sangat antusias terhadap kegiatan KKN yang diselenggarakan secara ofline. Ada 141 mahasiswa yang terjun kelapangan dengan berbagai Desa yang ditunjukkan. terdapat berbagai prodi yang mengikuti KKN tahun ini diantaranya D4 Kebidanan sebanyak 7 orang, 16 orang S-1 Farmasi, 6 orang S-1 Kesehatan Masyarakat, 17 S-1 Ilmu Gizi, S1 PGSD sebanyak 3 orang, 2 Orang dari prodi S1 Manajemen, prodi S1 Informatika sebanyak 83 orang dan yang terakhir prodi S1 Sistem Informasi sebanyak 7 orang.

Desa yang ditujukan terdapat 10 Desa diantaranya Desa Teuladan, Lambaro Tunong, Lamtamot, Lon Asan, Lon Baroh, Panca Kubu, Lamkubu, Saree Aceh, Suka Damai dan Sukamulia. Semua desa tersebut berada di kabupaten Aceh Besar.

Tujuan KKN adalah untuk “melakukan pendataan penduduk yang terkait dengan upaya pencegahan stunting, Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan cara pencegahan stunting, Mensosialisasikan Pencegahan anemia pada masyarakat desa usia remaja, Mensosialisasikan pencegahan stunting menggunakan media edukasi melalui media sosial dan Membangun kerjasama dengan media online dan media elektronik untuk mempublikasikan pelaksanaan / hasil KKN melalui media sosial” ujar Khairun Purgawa, SP., MP selaku ketua panitia.  

Harapannya kampus merdekanya terlaksanakan dengan baik karena kampus UUI sudah kurikulum kampus merdeka. KKN tematik ini sangat cocok rasanya disebabkan mahasiswa sudah merdeka belajar namun masyarakatnya juga terbedayakan dan kampus juga menyelesaikan tugas kita selaku akademisi dan juga program kampus merdeka” ujar ketua panitia